Foto Gambar Pohon Jali


NATURE EDUCATION PART V

Saat lagi jalan-jalan di sekitar kolam ikan milik mertua bareng anas, aku menemukan pohon yang udah lamaaaa sekali nggak melihatnya. Pohon yang dulu oleh nenekku di Banyumas sering dijadikan alat buat memarahiku karena sering aku rusak :mrgreen:

Kalau foto di atas terlalu semrawut, nih yang lebih jelas :

Anda kenal tanaman ini ? apa namanya kalau di daerah Anda ? ditempatku namanya jali.

Biar bisa aku melihat dan mengenang masa kecilku setiap saat, aku foto tanaman ini sambil mengenalkannya pada anas. Foto-foto berikut ini detail dari tanaman ini

Buah yang sudah masak adalah yang berwarna putih. Aku juga nggak tau kegunaan pasti tanaman ini, tapi waktu aku kecil pernah tau, biji jali dibuat kalung-kalungan dengan cara merangkainya seperti rangkaian tasbih.

Tetapi menurutku tanaman ini aslinya tanaman pangan, karena kalau dipecah bijinya yang keras, mirip sekali dengan beras. Bahkan jauh lebih besar. Atau mungkin cara mengolahnya yang susah maka tanaman ini kurang di budidayakan. Kalau pengin lebih jelas melihat seperti apa bijinya, bisa dilihat pada gambar berikut ini :

Yaahh… andaikan aku seorang petani, mungkin aku akan bereksperimen untuk budidaya tanaman ini :mrgreen:

Tentang ahsanfile

Enak makan, enak tidur cukuplah itu di dunia... selalu memperbaiki keimanan di tengah lingkungan yang sudah rusak, cukuplah itu untuk akhirat..
Tulisan ini dipublikasikan di Alam, Foto dan tag , . Tandai permalink.

23 Balasan ke Foto Gambar Pohon Jali

  1. bundamahes berkata:

    maaf, kali ini saya ndak tau dan blom pernah ketemu tanaman apa ini :cry:

    • Ari Suharyo berkata:

      Di tempat saya (Sidoarjo-Jawa Timur), biji ini namanya dali-dalian. sama dengan penulis, waktu kecil biji ini dibuat kalung dengan cara dironce (dirangkai) oleh teman2 cewek khususnya.
      BUBUR JALI-JALI
      BIJI JALI
      (Latin: Coix lachryma-jobi L atau Coix agrestis Lour)
      (English: Pearl Barley)
      (German: Perlgraupen)
      Bentuk biji jali ini bulat lonjong,
      berwarna putih disisi tengahnya berlekuk. Lekukan pada biji jali ini merupakan bekas tangkai sari yang menyembul ke ujung bunga. Dalam sebutir biji jali mengandung serat yang cukup tinggi yang sangat baik untuk pencernaan.

      Sifatnya manis, tawar, sedikit dingin. Masuk meridian limpa, paru dan ginjal. Khasiatnya memperkuat limpa dan paru, menghilangkan lembab, peluruh kencing, anti radang, membantu penyerapan, mengeluarkan nanah dan menyembuhkan bisul.

      Khasiat biji jali dinilai mampu mencegah perkembangan tumor pencernaan.

      Dalam biji jali yang putih terkandung karbohidrat 60 % dan serat 5 %. Secara farmakologis biji jali juga mengganggu pertumbuhan sel kanker pada tingkat metafase. Untuk mencegah dan mengatasi tumor saluran pencernaan, kanker paru, dan kanker mulut rahim (cervix), digunakan bijinya. Yakni, biji kering sebanyak 15-60 gram direbus dalam enam gelas air sehingga tersisa dua gelas air rebusan. Air tersebut diminum dua kali sehari sebanyak satu gelas.

      Biji jali bisa diolah menjadi bubur. Di Jerman umumnya biji jali diolah sebagai campuran sup atau campuran pada masakan lainnya.

      Sekarang ini biji jali hampir dilupakan dan sudah sangat jarang dikonsumsi oleh masyarakat masa kini.

      BUBUR JALI-JALI
      Resep by Lenny Klemstein

      Bahan:
      – 2 gengam biji jali
      – gula jawa / aren (dicairkan dulu, dimasak terpisah dengan sedikit air hingga mendidih)
      – gula pasir
      – Vanillezucker
      – 1 batang kayumanis (boleh diabaikan) – dimasak bareng dengan gula jawa.
      – Santan (dimasak hingga mendidih, beri garam sedikit dan maizena sedikit)
      – Air

      Cara memasaknya:
      1) Cuci bersih biji jali, rendam dengan air semalaman (supaya cepat empuk)
      2) Buang air rendaman. Beri air bersih secukupnya, lalu masak hingga mendidih.
      3) Setelah mendidih, tutup panci rapat-rapat, lanjutkan masak dengan api kecil selama 30 menit.
      4) Beri gula pasir secukupnya, lalu tuang air gula jawa cair ke dalam panci bubur jali.
      5) Aduk hingga rata dan siap disajikan dengan santan kental.

      Selamat menikmati.

      • yoris berkata:

        wah ini kenangan banget masa kecil… ya bener ini buah pada umumnya namanya jali jali……di tempat saya banyak tumbuh jali jali di lampung desa karang sari kec,ketapang gkjaaaajauh dari pelabuhan bakauheni

  2. ysalma berkata:

    saya sering merangkainya dulu buat ditarok dikepala kayak mahkotanya princess itu lho,,
    tapi namanya lupa..

    • Ari Suharyo berkata:

      Sebagai kader PKK di tempat saya (SIDOARJO-JATIM), saya berburu tanaman ini sampai ke MOJOKERTO-JATIM tepatnya di PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) SELOLIMAN.
      1. Jali Sebagai Makanan Pokok
      Saat ini masyarakat masih bergantung pada beras sebagai makanan pokoknya. Padahal masih banyak makanan lain yang bisa dijadikan sebagai pengganti beras. Salah satunya ya jali ini. Toh rasanya tidak kalah dengan beras, kandungan gizinya pun cukup. Menurut kebutuhan gizi, beras jali ini juga tidak jauh beda dengan makanan pokok lain. Dalam 100 gram beras jali, terdapat 289 kalori, 11 gram protein, 4 gram lemak, 61 gram karbohidrat, 213 mg kalsium, 176 mg fosfor, 11 mg zat besi, dan masih banyak kandungan lainnya.

      2. Jali Sebagai Makanan Tambahan
      Jali sebagai makanan tambahan disini yang dimaksud adalah jali tidak hanya digunakan sebagai makanan pokok, melainkan dapat dibuat menjadi dodol jali, tape jali, ketan jali, jenang jali, bubur jali, dan masih banyak jenis makanan lainnya tergantung dari kreatifitas masing masing. Orang tua saya baru pernah membuat jali sebagai tape, jenang, dan bubur jali.

      3. Jali sebagai Tanaman Obat
      Setelah membaca beberapa artikel tentang jali, ternyata banyak juga manfaatnya. Bukan hanya sebagai makanan pokok, dapat digunakan juga sebagai obat seperti : Diare, radang paru paru, usus buntu, urin sedikit, keputihan, kutil, tidak datang haid, kanker mulut rahim, sakit kuning, dan masih banyak lagi manfaatnya. Jali juga mengandung komponen Coxenolide yang dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi Cortex Adrenal pada Ginjal. Jadi, yang terkena penyakit yang berhubungan dengan ginjal, silahkan dengan memakan nasi jali, InsyaAllah fungsi dari ginjal dapat bertambah. Jali juga dapat meingkatkan daya tahan tubuh, mengobati rasa pegal, mengeluarkan nanah, anti toxic, menyembuhkan bisul, cacingan, sakit otot, sakit tulang, sakit persendian, dll.
      Lebih lengkapnya di http://www.tanaman-obat.com/aneka-ta…aman-obat-jali .

      4. Jali sebagai tanaman langka.
      Saat ini jali dapat dikategorikan sebagai tanaman langka, sebab banyak orang yang tidak mengetahui apa itu jali, bagaimana bentuknya dan manfaatnya. Juga yang tadinya di berbagai daerah ada, sekarang sudah tidak lagi dikembangkan. Padahal cara penanamannya juga tergolong mudah dan biaya untuk menanam serta perawatannya juga tergolong murah. Murah dalam arti lebih murah prosesnya daripada tanaman pangan lainnya seperti beras dan jagung. Cara penanaman jali juga cukup mudah. Jali tidak harus ditanam di lahan terbuka. Kebanyakan orang memang menanamnya di lahan terbuka/tegalan. Namun, tidak harus di lahan terbuka. Di kebun yang banyak pepohonan pun juga bisa. Tidak hanya itu saja. Jali juga dapat ditanam di lahan yang kurang subur di tanah yang keras, dan banyak batu, namun bisa tetap tumbuh dengan baik.

      Jali ketan ini cocok dengan lahan kering. Masa panen sekitar 5-6 bulan sejak biji ditanam. Dalam satu rumpun dapat terdiri banyak tunas. Kalau dalam 1 lubang ditanam 2 biji, maka dala satu rumpun akan tumbuh sekitar 7-10 tunas pada masa panen pertama. Pada masa panen ke-2 akan menjadi lebih banyak lagi. Berbeda dengan jagung yang hanya satu kali panen per 1x tanam. Tetapi jali dapat dipanen berkali kali dalam satu kali tanam.

      • Meilina berkata:

        Halo.. Maaf mengganggu.. Mohon bantuannya.. saya membutuhkan jagung jali untuk saudara saya.. saya membutuhkan secepatnya.. apakah anda tahu dimana saya bisa mendapatkannya? apakah ada di PPLH di Mojokerto tersebut? saya mohon bantuannya sekali.. mohon dibalas.. Terima kasih sebelumnya..

    • yoris berkata:

      duh… waktu kecil kls 4 SD, di suruh bikin ketrapilan tangan itu dia yang saya rangkai panjang.. trus jadi hiasan di gorden jendela.. pokoknya itu kenangan banget…… kangen banget dengan buah jali jali suka juga di obrolin denganteman2 sekedar mengenag he..he…he…

  3. bejo_wlahar berkata:

    Jenenge jagung jali mas bro

  4. monda berkata:

    nah, ini sering kulihat di pojokan jalan
    melihat daunnya sih sudah pasti jagung,tapi ternyata setelah berbuah kok lain,
    trims deh, penasaranku hilang

    • nurulprima berkata:

      ada dimana tanaman ini ? dikota mana

      • Sri Adi P berkata:

        waktu aku masih kecil/5th (1964) di dukuh Karangdinoyo desa/kecamatan Kepung (Kab. Kediri/Jatim), kakakku menyebutnya “jaluwatu”, tapi ada juga yg menyebut sbg “jagung jali”. Hidup di semak2 belukar. Kerasnya seperti watu(batu), mungkin karena itu disebut jaluwatu. Tengahnya berlubang +/- demeter 1mm. Anak2 jaman itu merangkainya untuk dijadikan kalung.
        Tahun 1980 ketemu lagi dengan tanaman ini di semak2 sekitar peralatan navigasi udara Bandar udara Syamsudin Noor Landasan Ulin(Kalsel). Pas musim kemarau, kondisinya sangat kurus, hanya satu individu, buanya pun cuma satu.
        Yang menjdi pikiranku selama itu, bagaimana biji yg kerasnya seperti batu itu bisa tumbuh menjadi individu baru?

      • Ari Suharyo berkata:

        Di saat acara jalan sehat kecamatan setiap hari Jum’at, waktu itu di Desa Candi Kabupaten Sidoarjo-JATIM. Saya menemukan rumpun tanaman ini banyak sekali. Namun rupanya sekarang sudah dibabat oleh pemiliknya karena dianggap gulma. Untungnya saya sudah menanam bijinya yang sudah saya ambil segenggam untuk saya tanam. Dan sekarang menjadi tanaman penghias di TAMAN TOGA KANTOR KELURAHAN SAYA.
        Salam kenal, MAS…..

      • yoris berkata:

        lampung selatan. desa karang sari, kec, ketapang dari pelbuhan bakauheni deket gk jauh… sering tumbuh di ledeng saluran air sawah….

      • sugiharta berkata:

        namanya hanjeli…sudah jarang ada namun di beberapa tempat di bantaran sungai kota bandung masih dapat dijumpai…

  5. Ping balik: Jali-jali « Kisahku

  6. R Budi berkata:

    Yg ini lah Jagung Jali,karena saya pernah tanam,tapi sekedar iseng dan dikonsumsi sendiri,untuk dibikin tape dan bubur.Enak memang,tapi kabarnya dalam skala besar dipakai untuk campuran bahan bedak,benar apa tidak,saya juga kurang begitu faham.Setelah 3 tahun berhenti,kini saya baru mulai tanam lagi,jadi mohon berbagi informasi bagi teman2 semua tentang Budidaya sampai pemasarannya,makasih.Silahkan hubungi melalui e-mail saya rosyd829@gmail.com.

  7. yang dimasak disini biji yang masih hijau atau yang sudah putih??
    karena setahu saya biji yang sudah putih, sangat keras, bahkan mirip sebuah plastik..

  8. Thanks for sharing your thoughts. I really appreciate your efforts and I will be waiting for your further write ups thank you once again.

  9. hariss berkata:

    terpenuhi sudah rasa penasaran saya, baiklah segera ditanam,..kebetulan nemu pohon jali ini di semak2 sekitar, mau coba buat buburnya jg..hehe
    trimss

  10. ryan berkata:

    untuk beras jali ada pemasarannya tidak!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s