Nyamar – eh malah jadi katrok, ndeso dan oon


Fiuhh…. (ngelap keringat). Dalam cerita ini mungkin akan semakin jelas siapa aku sebenarnya, tapi jangan nanya foto yaa !

Hari sabtu dan minggu kemarin adalah waktu untukku libur dari asrama. Semua siswa mendapatkan jatah 2 hari untuk ijin bermalam di rumah masing-masing. Kesempatan ini aku gunakan untuk pulang ke kampung halaman karena adik sepupu mo walimahan.

Jumat sore jam 17.30 aku keluar dari asrama. Karena saking senengnya setelah ini aku akan pulang ke banyumas, bertemu ayah dan ibu. (mamaaaaaa…… aku pulaaaaang……)

Gubrak… sampai dirumah ternyata pakaian, sandal dan jaket ketinggalan di asrama, masa harus balik lagi ke asrama padahal udah malam. Ya udah deh apa adanya aja lah. Akhirnya hari sabtu pagi bersama temen-temen aku pergi ke terminal bus untuk naik bus sinar jaya jurusan purwokerto.

Dengan sandal jepit, celana pendek dan kaos oblong, aku naik bus Bisnis AC jurusan jakarta-purwokerto-purworejo. Tarif Rp 55.000,00. Sepanjang jalan aku menikmati ijonya sawah-sawah dan pemandangan yang baru. Sayangnya gak ada foto, waktu itu boro-boro kamera, hp layar warna saja sudah istimewa sekali.

Sungguh di luar dugaan, dengan kondisiku yang kaya gitu, orang-orang sepertinya menganggap sebelah mata… (huh sial bener). Aku dianggap seperti orang katrok yang baru pertama naik bus AC. Soalnya aku bentar-bentar liat ke kanan dan kiri liat pemandangan sekitar sepanjang jalan menikmati suasana baru yang selama ini penat di tempat kerja dan asrama. Ehh.. disangkanya lagi heran naik bis AC ama orang-orang di sebelah, terutama temen tempat duduk sebelahku.

Ya udah lah, nerima aja. Aku pikir dunia ini emang udah dinilai berdasarkan harta dan uang. Apa lagi saat aku mengeluarkan bekal makananku, orang-orang tambah heran kali liat aku. Pas mau berangkat ke terminal, gak beli bekal di warung. Jadi nasi seadanya dibungkus pake kertas makan diikat pake karet, dah itu aja. Pas dibuka di bis, temen bangku sebelah juga mbuka bekalnya untuk sarapan pagi, Karena bisku temasuk pagi berangkatnya yaitu jam 6 pagi. Temen bangku sebelah bawa bekalnya pake tupperware, ada sayur, gorengan dan lauknya. (hiks…. aku jadi risih diliatin)

Sambil menikmati keadaanku ini, aku jadi inget peristiwa tahun 2003 yang lalu ketika aku awal-awal di jakarta. Ceritanya sama lagi pulang kampung, pake celana pendek, sandal jepit dan kaos oblong. Bahkan cerita ini lebih parah dan malunya setengah mati. Pokoknya antara perasaan malu, takut dan marah serta khawatir campur aduk jadi satu.

Waktu itu entah alasan apa, oh iya alasan keamanan aku pulang lewat terminal pulogadung-jaktim naik bis sinar jaya. Karena waktu itu agak rawan, biar gak ditarik-tarik ama calo bis, akhirnya aku putuskan untuk pakai celana pendek, sandal jepit dan kaos oblong serta tas gendong yang kucel. Waktu itu aku bawa hp sampai 2 buah, satu hp untuk kerja dan satunya lagi untuk hubungan keluarga. Aku naik bis ekonomi karena biar murah. Kalo gak salah tarifnya masih 18 ribu. (sekarang udah 40 ribu)

Aku adalah penggemar bis sinar jaya. jadi aku biasanya duduk di belakang supir, tujuannya agar bisa ngobrol-ngobrol tentang bis. Alhamdulillah kesampaian. Berangkat dari pulogadung jam 8 malam. Sepanjang jalan aku sempet ngobrol ama pak supir ini dan itu. Oh iya, aku sempet ditelepon oleh adikku di kampung menanyakan aku besok di jemput di mana.

Tak taunya bis mampir ke pool di Cibitung. Di sana bis yang aku naiki ketambahan beberapa orang penumpang. Salah satunya adalah menjadi kawan dudukku. Laki-laki berbaju necis dan rapi serta bawa tas jinjing. Tampangnya sih karyawan pabrik tapi udah selevel mandor atau kepala bagian. Handphone nokia 3310 tergantung di dadanya.

OK bis melanjutkan perjalanan. Orang itu anggap aja namanya S begitu ramah dan kelihatan pinter bergaul. Langsung aja dia kenalan ama aku. Hmmm…. aku bingung mau ngaku asli pekerjaanku, karena aku yang lebih mudah akhirnya aku bercerita duluan ngaku sebagai pemuda yang masih nyari kerjaan yang baik atau mapan (padahal aku merasa udah mapan xixixii 👿 ) bla.. bla… blaa…

Eh tau gak dia kemudian bercerita tentang dirinya. Si S adalah seorang kuli bangunan di sebuah kontraktor bangunan perumahan. Dia biasanya membawa temen-temen sekampung untuk kerja bareng di sana sebagai tukang bangunan. (glek aku tertegun membandingkan gayanya dan aslinya). Sambil dia merokok dia bercerita banyak. Melihat kondisiku yang kelihatan miskin sekali, dia menurunkan ceritanya.

S : dek kamu dah punya pekerjaan tetap apa belum ?
Aku : belum mas …. (maksudku belum adalah tiap hari pekerjaanku mondar-mandir dari gedung utama ke gedung cabang)

S : ooooo kasihan yaa

Kemudian S menceritakan kisah suksesnya setelah kerja di kuli bangunan. Dia becerita bahwa hendpon nokia 3310-nya  bisa dibeli dengan cara kredit. Lumayan buat komunikasi dengan istri di rumah, jadi bisa 6 bulan sekali pulangnya (padahal aku pulang ke banyumas bisa sebulan 4 kali tiap hari libur)

Nih dia yang bikin aku malu + marah + pucet + khawatir jadi satu.

Si S ngobrolnya sama aku itu volume suaranya agak keras. Otomatis pengumpang sampinng kiri dan belakang denger dengan jelas termasuk pak supir yang senyum-senyum aja dari tadi. Huh… sial.

Si S kemudian becerita kalau dia punya HP itu bagus, ringtonenya bisa di ganti-ganti. (aku seperti orang ndesoooo banget di hadapannya). Dia menunjukan HPnya di depanku untuk memperlihatkan fitur-fitur yang ada. (aku hampir mengeluarkah HP motorolaku – aku lupa serinya –  agar dia gak sombong sama aku)

Terus dia bercerita kalo dia bisa ngisi pulsa 100 ribu untuk 3 bulan, Aktif 2 bulan dan masa tenggang 1 bulan (padahal aku ngisi pulsa untuk HP kerja waktu itu seminggu bisa 200 ribu )… tuing…….

Tak sampai disitu dia mempermalukan aku. Aku sudah mau nangis dilihatin penumpang yang lain… tapi aku tahan diri, aku melihat pak supir senyam-senyum terus dari tadi. Di bis itu hanya dia yang tau aku sebenarnya. Soalnya dia sempet liat aku ngangkat telepon. Waktu itu nada dering hpku adlaah lagunya U2, aku lupa judulnya.

Mas S menunjukan caranya ganti ring tone ama aku. Aku seperti oon banget dah. Aku cuma mengangguk-angguk pura-pura bego di depannya. Bunyi tut tit… tit-tit-tit tut… 2x terdengar dari HPnya sewaktu dia menunjukan cara ganti nada dering. Yaa ampunn… mengapa aku harus ketemu orang seperti ini sih….

Tapi dia baik hati lho.. sambil dia menceramahi aku soal kehidupan dia menawarkan bantuan untuk aku bisa kerja di tempatnya. Dia beercerita kenal baik dengan bosnya. Dia bisa merekomendasikan aku untuk diterima sebagai anggota tukang bangunan di proyek perumnasnya. Alasannya bahwa aku dan S masih satu kecamatan di kampung. (hiks…. jangan sampai deh… – maap bukannya mengehina pekerjaan sebagai tukang bangunan, tapi kalo itu jadi kenyataan, sia-sia deh ayah dan ibuku menyekolahkanku sampai kaya gini….  )

Dia ber cerita bahwa hidup itu harus bekerja, kalo nggak bekerja cuma akan jadi pengangguran yang akan selalu di remehkan di kampung. Jadi kalo merantau itu harus sukses dan berhasil. Kalau bisa ntar pulang sudah sukses. ( yup kalo yang ini aku setuju, kecuali tujuannya yaitu agar terpandang di kampung)

Saat itu aku pucet banget dan takut kalo HPku tiba-tiba bunyi. Aku deg-degan banget kalau dia tau bahwa aku sebenarnya punya HP yang harganya jauh lebih mahal darinya.

Huah… akhirnya sampai juga di rumah makan. Karena pak supir udah kenal ama aku, aku diajaknya makan di ruangan khusus untuk supir. Di sana dia baru menertawakanku. Pak supir ngomong kalo seharunya aku dari tadi nunjukin hpnya aja. Tapi aku bilang ahh… kasihan dia, ntar si S malu… xixixixii

OK perjalanan dilanjutkan. Si S katanya tadi pas turun di rumah makan nyari aku untuk makan bareng. Aku bilang aku tadi bareng pak supir di ajak makan dengannya, soalnya gratis. Ehhh… S menanggapi lain “Yaaa begitulah mas, kita sebagai sesama perantau termasuk pak supir itu sebisa mungkin kalau ada temen yang belum sukses harus tolong-menolong”

Glek… ih aku diajak pak supir karena aku adalah pelanggan bis dan sudah kenal kaleee…. haduh…, udah lah…

Sampai sekarang aku kalo liat ada penumpang bis yang sederhana, terkesan orang ndeso, aku malah jadi curiga jangan-jangan dia sedang nyamar. xixixiii

Iklan

54 pemikiran pada “Nyamar – eh malah jadi katrok, ndeso dan oon

  1. 😆 ketawa bacanya..
    lucu ceritanya….
    emang kek gtu org2 desa san.. aq juga suka nemuin mereka kek gtu…. justru itu kepolosan mereka …
    btw, terusin ajah menyamarnya… jgn pedulikan mata org lain… kamu akan belajar banyak ttg kehidupan..
    jgn kek adikku, gayanya perlente… sampe di pulau gadung malah ditodong ma preman.. meyanglah uang 30rb padahal dia masih sekolah blom kerja..
    biar katro n deso yg penting dompetnya tebel, rekeningnya bejibun

  2. huahaha keren bang ceritanya
    iya ya saya juga suka aga gimana gitu kalau harus dandan rapi..bukan apa apa tapi sekarang ini tampilan bisa menipu..makanya saya ni jarang pakai sepatu n keren2 gitu kecuali kalo ke kampus..hihi
    biar aja orang berkata apa..toh mereka g tau siapa saya yang sebenernya ^^
    bang ajak2 dong kerja hahaha

  3. Nggak salah juga sih si S itu cerita sana sini. Kan naluri rata2 (bukan semuanya lho) manusia emang kebanyakan seperti itu. Ingin terlihat mewah meski sebenarnya pas2an. Ingin terlihat parlente padahal sebenarnya kumuh. Ingin terlihat gemerlap padahal sebenarnya kusam. So what gitu loh? Orang kaya aja nyamar jadi orang miskin. Tentu nggak salah juga dong orang miskin nyamar jadi orang kaya. Bagaimana? Setuju atau tidak? Atau abstain nih ngejawabnya. :mrgreen:

  4. WAKAKAKAKAKA 😆 lucu abis ceritanya..
    tapi jangan dianggap mas S sombong lo..
    dia begitu karena dia menunjukkan kebanggan bahwa dia bisa sukses dan niatnya sih agar mas ahsan ikut2 semangat
    padahal..
    wakakakakkakakaak ketawa lagi ahhhh

    • Iya yah… faktor W dan P emang pengaruh banget.. maksudnya Wajah dan Penampilan
      tapi gak apalah, ntar kalo ada tugas beneran untuk nyamar jadi gak ketauan aslinya, soalnya udah ada bukti…
      hag.. hag.. hag… (nangis…)

  5. Wah, mas, yen aku gemiyen waktu kerja ning jakarta,.. durung ngaji sih,… wah seneng banget…

    soale apa mas, inyong gemiyen nduwe pager, nduwe hape, tahun 1998- an lah,.. padahal batire durung sing merantau tahunan durung pada nduwe,..

    Inyong kemutan waktu kuwe tuku nomere tok, nomer mentari,.. regane 325 ribu, durung hapene…

    hape sing lagi ngetrend ericson 388,… sing bisa nggo mbaluk kirik…. he… he….

    nggal wulan inyong balik kampung,…. en ning kampunge inyong, sing pertama nduwe hape maning…. waktu kuwe ning bumiayu durung akeh sing bisa nangkep sinyal hape, nembe mentari tok,… kebeneran BTS se ana ning cedak kampungku,… karena pas kuwe kebeneran presiden gus dur pan kunjungan…. dadi ben olih sinyal kali… mbuh lah ora ngerti…

    perasaane seneng banget, osih tetanggane pada ngiri…..

    tapi saiki…. hapene inyong…. boro-boro ana kamerane…. tapi sing penting bisa nggo nelpon karo nggo sms bae lah,…. finahe ora kuat yen nduwe hape sing bisa nggo macem-macem….

    kaya kuwe bae lah komentare…. aja kelalen mendoan ne ya?? ari maring jakarta lewat bandung, terus dibalangna bae mendoane, ning kene kiye…. jalan tol Cipularang, KM 150 400 he….he…. inyong yen sing jakarta mudune ning kono, ari pan mangkat ya nyetop sing tol , pas KM 150 400….

    tak enteni ya??

  6. @sunflo
    Wah parah bener adiknya. Pulogadung jangan dilawan deh. Mending cari slamet aja di sana, soalnya preman sana ganas banget.
    Justru kalo aslinya ndeso terus berdandan perlente akan ketauan jelas koq.

      • wah, saya malah punya adik, preman bekasi pada kenal semua tuh,
        dan saya kaget juga, ternyata ada teman saya jadi ketua preman di pulogadung,…
        orang bumiayu lagi…. teman waktu Mts,… nggak nyangka saya,..

        paling tidak jika ke pulogadung, sebutin nama dia,… kata temen saya sih, aman… mereka nggak berani ngeganggu,

        dan adik saya ternyata kenal juga, padahal tadinya saya iseng, nanya ke adik saya, kenal apa tidak sama si “namanya dirahasiakan” , eh dia jawab kenal, ciri-cirinya tahu lagi.. percis…

  7. @ian
    Mending sekarang kita cari aman kalo month bepergian, gak usah pake sesuatu yang keren. Soalnya sepatu atau sandal keren cepet laku di pasar loak.
    Eh tapi ente dandan rapi koq kalo ke kampus, mejeng nih ceritanya ?
    Xixixixi

  8. @ifan
    Kalo ketemu orang kaya si S di tempat sepi sih gak masalah, tapi kalo dia memperlakukan kita kaya orang oon di depan orang banyak kan kesannya gimana gitu.
    Untungnya sampe sekarang aku gak pernah ketemu orang itu lagi.

    Kalo menurutku kita tampil apa adanya aja lah. Jangan pura pura agar terlihat lebih baik, tapi kalo berpenampilan sederhana walopun sebenarnya mampu, ini yang terbaik

  9. Hahahahahha, kalo saya dalam kondisi seperti itu mungkin udah saya balikin lagi omongannya. Kalo dirumah sich, ada yang suka sombong-sombongan, biasanya saya ngalah dulu deh. baru pas di puncak omongannya saya balikin lagi. hihihihihi

        • @deka
          Kalo gitu cuma jadi fans gelap dong…
          eh maksudnya cuma memandang doang… coba kalo mereka semua ngeroyok … berani ? eh mau ?
          (niru iklan)

  10. Ping balik: Nyamar – eh malah jadi katrok, ndeso dan oon | Humor Dewasa & yang Lucu-Lucu

    • Ora ana lah mam… wong kejadianya tahun 2003 yang lalu.
      hp pertama gak ada kameranya…
      Si S wong banjarnegara mam, anu numpak sejurusan kang pulogadung

      Sing nikah yono..

      oh iya nang ngumah agi mangsan duren… + udan..

  11. @maulana
    Afwan kang nembe bales,
    Wah berarti cerita sampean pas karo aku. Tapi aku pihak sing ora due hp wektu kue.

    Saat itu aku termasuk telat punya hp dibanding temen-temen seangkatan. Kadang dulu merasa risih juga, kalo lagi ngumpul bareng hanya aku yang belum punya. Tapi gak masalah, soalnya gak lama kemudian aku langsung punya dua walopun gak bagus banget.
    Tapi aku paling gak seneng kalo ada orang kalungan hp, kesannya meksa banget.

    Oh iya, nek kepengin mendoan gawe dewek baen utawa pesen meng bakul gorengan kon gawe mendoan

    • Mba ismi takon meng sapa jane…
      nek nyong mbanyumase kang alun-alun mengetan, terus mengidul, nek ketemu pertelon sing ana tugune ngetan, terus nek ketemu pasar menggok ngidul terus manjat….

      ngonoh nggawe peta dewek … wakakakkaaaa

      Nek kan maulana kan wis jelas sekang websitene wis ngaku aslibumiayu…

        • iya nggunung, malahan pencrit.
          Tapi yang penting dari desa ada perwakilan di wordpress walopun cuma dua orang.

          Eh mba, dulu smuba apa bukan, alumni taun brapa. Ntar lah malah sebenarnya bareng

      • lha nang njakarta uripe nang ndi kang???? aku dadi pengin kenal karo bojone sampeyan, ben bisa dadi kanca…
        I dont have fren here 😥

        • weleh jebule adik kelas. Aku smp bms 98, smuba 2001.
          Tapi ketone goleh kenal wodpress lewwih keri aku, maklum jamankum sma urung ana komputer

      • wong purwokerto termasuk melu banyumas ya??

        wis dadi rekor ning jakarta koh, wong purwokerto paling akeh, mas ahsan termasuke,… iya ora mas?? Mulane bis sinar jaya jurusan jakarta sing akeh buntasane ning purwokerto,
        (bis pavorite mas ahsan>>> yen ning bumiayu sih bis sinar jaya dudu pavorit, pernah diboikot, ora olih lewat, soale kebut-kebutan, sering nabrak wong)

        Yen aku maring bandung pavorite numpak bis GOODWILL, sing jaman kuna, nganti saiki… sing warnane abang kabeh,…

        pangampurane bae kiye komentare mlembet-mlembet ora nggenah,… kaya peang penjol,…
        Dadi masa mba ismi ora nduwe kanca ning jakarta,..

        mulane hapene ganti nganggo FREN, ben akeh nduwe fren

        • lho purwokerto kan ibukota banyumas. Ya otomatis melu mbayumas lah. Mbien nilai geografi ulih pira kang…

          Iya bener kue, warga ngapakers udah punya komunitas sendiri dan termasuk besar untuk sebuah komunitas berbasis regional. Tapi nek aku mung penggemar tok, ora tau aktif

        • Sip lah, sing important kan bahagia selalu dan bisa jadi yang terbaik.
          Bojone wong ngapakers juga apa lain daerah ?

  12. Hak..hak..hak… gak bakal lupa hunting barang di PRJ muter-muter gak pake sepatu maupun sandal alias nyeker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s