Minum air menggunakan kulit durian bagian dalam sebagai penawar – Mitos atau fakta ?


Malam ini aku membeli durian 2 buah yang cukup besar-besar. Aku makan bertiga sama keluarga. Puas banget karena rasanya itu sungguh legit, creamy, agak pulen, ada rasa pahitnya dan tidak lengket.

Ada satu hal yang selama ini membuatku bertanya-tanya yaitu ada sebagian atau malah sebagian besar kalau habis makan durian itu selalu minum dengan menggunakan wadah kulit duriannya. Katanya sebagai penawar dari efek duriannya.

Kalau kita kebanyakan makan durian, atau orang punya riwayat darah tinggi atau kolesterol dan asam urat tinggi, kalau makan durian itu bisa pusing dan kepala cenut-cenut. Itu efek durian bagi yang nggak cocok.

Sampai saat ini aku belum terlalu memperhatikan soal ini. Nggak pernah melakukan juga nggak terlalu tertarik karena menurutku kurang masuk akal.

Ketika air dituangkan ke dalam kulit durian bagian dalam yang cekung itu, sepertinya nggak ada perubahan warna dan rasa. Soalnya kulit durian bagian dalam halus kesat sehingga nggak tembus oleh air. Jadi sepertinya nggak tercampur apapun kecuali bekas pangkal biji duriannya.

Apakah pangkal biji durian yang menempel ke kulitnya itu yang menjadi penawar efek duriannya ? Kalau gitu kenapa nggak langsung dicuil aja dan dimakan, pakai acara dikasih air dulu?

Apakah ini cuma mitos atau emang ada penjelasan ilmiahnya ? Ada yang tau ?

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Satu pemikiran pada “Minum air menggunakan kulit durian bagian dalam sebagai penawar – Mitos atau fakta ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s