Cimplukan – Buah alami yang menyehatkan – Cerita masa kecil anak desa


Pas kemarin jalan-jalan sore ke BKT (Banjir Kanal Timur) di dekat rumah, aku menemukan pohon tanaman cimplukan atau ciplukan yang tumbuh sangat subur dan banyak sekali pinggiran sungainya. Jadi kesempatan banget buatku untuk ngambil kenangan dari tanaman yang dulu pas aku kecil menjadi  santapan ketika bermain.

image

Aku menemukan pohon-pohon yang sangat subur dan nggak ada hama sama sekali. Ulatpun tidak ada yang memakan daunnya sehingga buah-buahnya tumbuh sempurna. Aku menemukan beberapa pohon yang buahnya sudah mateng dan sudah manis rasanya.

image

Kalau buah yang mentah itu masih hijau, kalau yang mateng itu warna kulit buahnya agak menguning dan mengering. Tetapi isi buahnya tetep segar dan nggak akan busuk kecuali sudah pecah.

image

Kulit buahnya ini menjaga agar isi buahnya tetap bersih dan nggak kemasukan kotoran walau sudah jatuh ke tanah. Aku sempat mengambil beberapa biji dan inilah buah-buah cimplukan yang sudah mateng.

image

Kalau di buka isinya itu sangat kelihatan rasanya itu manis. Dengan biji yang kecil-kecil itu sangat pas untuk diemplok satu per satu. Ntar pas digigit itu ada suara kemlethus di dalam mulut sambil memuncratkan cairan manisnya. Udah gitu tinggal diterusin deh ngunyahnya. Kemudian lanjut denga biji lainnya. Asyik banget pokoknya.

Dulu yang bikin aku seneng sama tanaman ini, bahkan hampir tiap hari aku menengok tanaman ini di kebun adalah melihat-lihat kalau ada bah yang sudah mateng. Tiap hari aku lihatin dan kesannya itu lama banget. Dan kalau aku menemukan buah yang sudah mateng, itu rasanya seneng banget. Tetapi kalau keduluan sama temen atau orang lain aku akan ngamuk ke mereka. Nggak peduli itu siapa.

Yang lucu waktu itu kalau keduluan sama ayam. Ughhh… bakal aku cari ayamnya sampe ketemu. Caranya adalah aku sampai ngikutin tai ayamnya seperti apa. Kalau ada biji cimplukannya berarti ayam itu yang memakannya. Pokoknya …. bakal aku kurung seharian tanpa aku kasih makan apapun ayam itu kalo ketahuan. Wakakakaaa…. kejam yak ? Eh aku duku sampai hafal lho, ayamku mana saja dan siapa saja dan bagaimana perilakunya masing-masing sampai kebiasaan bokernya ada di mana. 🙂

Sekarang tanaman ini sudah langka tetapi malah ditemukan sebagai obat herbal yang ampuh mengatasi penyakit. Padahal dulu aku memakan tanaman ini sangat sering dan waktu itu nggak tau ada manfaat lain yang luar biasa. Setauku tanaman cimplukan hanya rasanya manis dan seger serta nunggunya mateng kadang membuat nggak sabar.

image

Cimplukan, bisa tumbuh dimana saja asalkan tidak kekurangan air. Akan sangat subur kalau tumbuhnya itu di tanah yang agak berlumpur tapi nggak sampai tergenang. Aku berencana menanamnya di dalam pot. Nggak butuh tanah yang banyak koq, paling tinggi 50cm tanaman ini sudah berbuah.

Ntar deh proses nanam di pot aku tulis khusus waktu demi waktu.

Iklan

6 pemikiran pada “Cimplukan – Buah alami yang menyehatkan – Cerita masa kecil anak desa

  1. Mas, aQ mau dong tanam di deket rumah. ada ga bibitnya? beneran susah soale cari di Jakarta. cimplukan ini obat untuk hypertyroid yang saya derita soale T_T

    • Bener mau ?
      Aku kirimin atau mau diambil bibitnya ?
      ini aku dirumah ada banyak biji-biji yang sudah mateng dan sudah bisa di tanam ?

      yang masih pohon juga ada, tapi ntar kalo dicabut jadinya layu

      • beneran mau lho. itu obat hyper thyroid saya.. saya slalu minta dikirimin buahnya sama tante dari lampung. karena di sana melimpah buah begini di pinggi jalan,

        Mas tinggal dmn? saya di Grogol sih. kalo dikirim di polybag gt layu ga ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s