Plorodan – Cerita anak tentang musim hujan


Sejenak aku teringat bahwa masa kecilku tidak separah hari-hariku seperti musim hujan diakhir tahun 2013 ini. Hujan tidak berani kehujanan, khawatir sakit karena air hujannya tidak bersih. Hujan tidak berani hujan-hujanan mengajak si kecilku mainan air di luar rumah, padahal dulu ketika aku seumuran mereka, hujan-hujanan sambil main tanah dan lumpur adalah sesuatu yang sangat membahagiakan.

Plorodan !
Bisa digambarkan seperti ini, batang pisang yang besar dipotong sekitar panjangnya 50cm. Terus di salah satu sisinya diiris setebal 10cm sehingga mirip huruf D kalau dilihat dari sisi bulatnya. Kemudian cari tanah datar yang miring atau landai dengan kemiringan minimal 30 derajat. Kemudian pasang batang pisang tersebut dengan sisi yang rata di tanah, kemudian naikin sambil duduk dan meluncurlah ke bawah.

Mungkin pada saat awal meluncurnya ke bawah kurang lancar karena tanah masih kering. Tetapi ketika tanah sudah licin oleh air batang pisangnya, akan semakin kenceng dan cepat meluncurnya ke bawah. Dan akan makin asyik kalau makin panjang meluncurnya.

Masih nggak kebayang ?

Iya saya maklum, karena itu tidak lazim menjadi mainan anak kecil. Mungkin hanya saya waktu itu yang saking kreatifnya untuk mencari permainan yang mengasyikan. Disamping itu aku yakin jarang anak yang bermain plorodan menggunakan batang pisang seperti saya, karena resikonya itu pasti baju itu akan kotor sekali dan nggak akan bisa dibersihkan karena getah pisang akan macet di celana. Dan dulu saya itu langganan di jewer dan dimarahin sama emak karena celana seragam SD pasti belang-belang warna coklat karena getah pisang.

Iklan

2 pemikiran pada “Plorodan – Cerita anak tentang musim hujan

  1. wah masa kecil yang ceria tampaknya aku dulu sering maen hujan lho mas tapi blm pernah itu plorodan.
    cuma herannya kenapa sekarang jadi ngelarang anakku maen hujan ya? 😦

    • Takut sakit pastinya …
      Tapi iya sih, kalau hujan-hujanan di daerah perkotaan itu sangat tidak sehat. Soalnya beda banget sama hujan daerah, masih bersih dan tidak tercemar oleh polusi.

      Kehujanan dan hujan-hujanan berjam-jam juga nggak masalah.

      Biarin hujan-hujanan deh mba anak-anaknya, ntar sambil siapin air anget buat mandi setelah selesai…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s