Belajar fotografi – berburu belalang kecil – mengajak anak mengenal hewan


Pagi hari libur, rasanya malas banget untuk bangun dari tempat tidur. Melihat si kecil masih pada angler tiduran juga menambah semangat untuk menemani mereka melanjutkan mimpi. Tapiiii badan kalau dibawa nyantai-nyantai malah pada pegel. He he he… sebuah anugrah yang membuatku tidak akan terlalu lama untuk malas-malasan.

image

Karena bangun kesiangan, dan sudah jam 8an, perut itu udah minta jatah untuk diperhatikan. Ide tercepat adalah
ikut ngantri di nasi uduk kemudian makan bareng-bareng. Tapiiii ini kan hari libur, jadi aku manfaatkan saja untuk jalan-jalan pagi bersama keluarga.

Dan lagi-lagi BKT menjadi tujuan favorit untuk menikmati liburan pendek. Di sana itu ada jalur khusus sepeda yang kanan kirinya menjadi hijau sekali karena ditanami pepohonan yang kini sudah rindang dan taman liar yang rumput-rumputnya sangat liar. Kurang lebih kaya gini kondisinya:

image

Jadi di sana tumbuh berbagai jenis semak liar berserta juga hewan-hewanya. Pas banget buat melihat yang ijo-ijo. Refreshing alam dan mengajak si kecil mengenal lingkungan.

Dan makan pagi inipun saya di sana. Nggelar tikar camping di salah satu bawah pohon yang rindang sambil menikmati udara pagi yang cerah, angin yang berhembus sepoi-sepoi. Kupu-kupu, belalang, semut, lebah, tawon dan burung banyak yang beterbangan mencari makanan. Menambah suasana yang nyaman. Sesekali lewat orang yang sedang olah raga joging atau sepedaan.

Selesai makan pagi, acara aku lanjutkan dengan mengajak anak-anak menangkap belalang. Seru banget karena belalangnya susah banget untuk di tangkap. Walau kecil-kecil tetapi kecepatan lompatnya susah banget untuk dikalahkan dengan kecepatan tangan untuk menangkapnya.

image

Sambil asyik menangkap belalang, aku memfoto belalang-belalang itu. Ughhh ternyata lebih susah dari yang aku kira. Udah lagi asyik di bidik, tiba-tiba mereka lompat entah kemana. Seru banget ngejar-ngejar mereka walau hanya untuk di foto. Dan foto-foto di bawah ini adalah hasil bidikanku yang rata-rata 1 foto aku harus berdiam sekitar 2 menitan lebih agar mereka nggak lompat-lompat terus.

image

Aku harus bergerak lambat sekali di rerumputan. Kalau sudah ada belalang yang mendekat, aku juga harus ekstra pelan sekali untuk mengarahkan kamera ke dekat belalang itu. Soalnya mode fotonya itu yang makro sehingga bisa melihat dengan detail.

image

Belalangnya sangat kecil-kecil. Nggak ada yang lebih besar dari ukuran lidi. Rata-rata seukuran beras. Dan mereka belum punya sayap. Ada satu dua yang punya sayap tetapi itu jauh lebih agresif jika ada yang mendekat. Nggak ada yang bisa aku ambil gambarnya kali ini.

image

image

image

image

Dari semua jenis belalang di atas, nggak ada satupun yang aku tau namanya. Yaaa aku sebut belalang kecil saja lah, orang ukuranya juga sangat kecil-kecil.

Oh iya, ada neh aku temukan telur-telur yang sebentar lagi kayaknya mau menetas. Menurutku sih ini telur kupu-kupu, bukan telur belalang karena ukurannya besar sekali untuk ukuran belalang. Nih dia penampakannya:

image

Sungguh menyenangkan belajar fotografi sambil mengajak anak kenal lingkungan. Mengajari mereka menjadi penyabar dan tenang ketika mau menangkap belalangnya, atau belajar membedakan tanaman yang aman untuk diinjak, disentuh. Soale banyak banget semak berduri dan gatal di sana.

Posted from WordPress for Android via EK GC100

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s