Siapa konsumen pelacur ?


Tulisan sebelumnya baca di sini

Apakah supir truk yang rajin mampir di warung reman-remang di jalur-jalur transportasi darat ?

Apakah para pelayar yang sudah berbulan-bulan terapung di tengah laut dan ingin segera menuntaskan hajatnya dengan wanita di kafe-kafe atau hotel di sekitar pelabuhan ?

Apakah anak-anak muda yang suka dugem atau pengunjung bar dan menyewa wanita untuk teman satu malam ?

Apakah anak-anak baru gede yang patungan untuk arisan dan menyewa pelacur ?

Apakah bapak-bapak pengangguran yang sedang ribut sama istrinya ?

Apakah para penjahat kelamin yang sukanya memang mengobral burungnya di mana-mana ?

Apakah para bos mafia / bos penjahat yang menikmati tubuh wanita itu adalah bagian dari hiburan sehari-hari ?

Jawabannya tidak !

Masih ada jenis orang yang akan menjadi konsumen pelacur, yaitu orang baik-baik atau orang biasa saja yang sudah merasa cukup ekonominya dan sudah merasa semuanya baik-baik saja dan sudah butuh aktualisasi diri.

Siapakah mereka ?

Kita sering denger pejabat punya istri simpanan, kita sering denger bos perusahaan besar punya wanita lagi. Nah itu dia maksud saya. Pejabat itu aslinya adalah orang baik-baik. Bos perusahaan besar adalah orang yang punya selalu bekerja keras untuk perusahaanya agar tetap maju dan beruntung.

Bagaimana mereka bisa menjadi konsumen pelacur ?

Karena mereka sudah merasa dengan apa yang dimiliki sekarang sudah merasa cukup, merasa benar, sudah merasa mampu dan sudah merasa aman.

Sudah Merasa cukup ?
Iya, kebutuhan ekonomi mereka sudah tercukupi

Sudah merasa benar ?
Karena di rumah istinya sudah jadi tante-tante yang sudah tidak cantik lagi dan istrinya itu sudah tidak bisa memberikan kebutuhan sex seperti dulu lagi

Sudah merasa mampu ?
Iya lah, dengan posisinya sekarang yang kaya, pasti sudah merasa mampu. Mampu secara keuangan. Dan jika ada yang tidak mampu secara vitalitas, mereka bisa saja membeli obat-obat kuat.

Jadi kita akan tahu nanti, pembeli obat kuat itu sebagian besar adalah para konsumen pelacur yang kondisi fisiknya sudah tidak fit lagi. Kalau supir truk, anak abg, orang yang masih muda, itu masih kuat badannya, staminanya masih tinggi. Lhaa kalau udah bapak-bapak ?

Sudah merasa aman ?
Dengan posisi sebagai bos, atau pejabat jika nanti ada masalah pasti banyak orang yang bisa disuruh untuk menyelesaikannya.

Mungkin itu sedikit kajian tentang siapa saja yang menjadi konsumen pelacur itu. Dan mengapa juga pelacur itu tetap menjadi pelacur. Ternyata di sana ada uang yang banyak dari orang-orang yang kebutuhan primernya sudah tercukupi.

Iklan

7 pemikiran pada “Siapa konsumen pelacur ?

  1. Ping balik: Benarkan nyonya sekarang lebih rela suaminya jajan di luar dari pada menikah lagi ? | Ahsanfile

  2. IYa, aku pernah baca soal ini. BAnyak bapak-bapak (yang terlihat alim) justru jajan (tanpa pengaman pulak). Akibatnya banyak istri-istri yang ketularan penyakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s