Berburu capung – Susah banget euy…


Selain susah tetapi juga butuh kamera dengan kemapuan zoom yang mumpuni. Capung itu serangga yang sangat sensitif terhadap gerakan disekitarnya. Kalau didekati pasti terbang, apalagi kalau lihat benda asing didekatnya, pasti terbang manjauh.

Berikut ini hasil ndekisku di kebun, tepian sawah, rerumputan, tepian sawah. Ndekis itu berdiam diri diantara apa saja yang ada di situ sehingga tidak diketahui keberadaanya.

image

image

image

image

image

Foto-foto ini aku ambil dari jarak sekitar 2 sampai 3 meter dari capungnya dalam kindisi nggak bergerak. Cuma jari yang ngatur zoom kamera phone saja.

image

image

image

Paling seneng itu ndekis diantara ilalang atau semak. Kemudian kalau bergerak itu pelan sekali. Nah kalau ada hewan seperti capung hinggap di dekat, barulah masang kamera. Tapi yang paling ngenes adalah tidak ada hewan yang akan dibidik itu nggak kunjung datang.

Dan ternyata, aku baru sadar kalau kamera phone itu nggak cukup. Mungkin harus pakai kamera DSLR atau Mirrorless. Zoom kamera phone nggak bisa detail banget.

Tapi aku juga merasa ada yang aneh dengan foto serangga seperti capung atau lalat yang bisa detail sampai lekukan lensa matanya kelihatan, bulu-bulu bawah mata juga kelihatan jelas, itu itu dari jarak jauh apa dari jarak dekat sekali. Soale dari jarak dekat pasti capung atau lalat itu akan segera terbang. Kalau dari jarak jauh, foto macro itu dari jarak dekat.

Ada yang bisa njelasin ?
Apakah capung atau lalat itu dalam kondisi mati ? Sehingga bisa dikondisikan.

Posted from WordPress for Android via EK GC100

Iklan

8 pemikiran pada “Berburu capung – Susah banget euy…

  1. Sayang saya nggak bisa njelasin. Tapi saya tertarik dengan foto-foto capungnya. Saya sangat suka pada capung. Kalau di kampung saya, capung itu ada namanya. Yang paling atas namanya Capung Barak, terus di bawahnya Capung Bangkok, terus di bawahnya Capung Barak lagi, lalu Capung Kuning, terus Capung Barak lagi, terus Capung Bangkok, lalu Capung Sraong, dan terakhir Capung Bangkok lagi. sebenarnya di luar foto ini masih ada lagi beberapa jenis capung yang lain seperti Capung Jaran, Capung Emas, Capung Gambir, Capung Memedi, Capung Gandok. Apakah di daerahnya Pak Ahsan Capung juga diberi nama?

    • Waduh… saya malah nggak tau kalau capung ada nama-namanya mba. Paling ada jenis capung yang punya nama, capung belis, soale keberadaanya misterius banget. Ukuranya kecil banget, warnanya abu-abu orange, kalau terbang gesit banget.

      Wah saya seneng sekali ini dapet info nama-nama capungnya mba. Sekarang aku bisa bercerita lebih detail lagi :d

      Btw belum tidur mba ?

    • Iya neh mas , malu …
      Aku yang dulu hampir tiap hari melihat, bermain bahkan mbunuhin capung sampai ngga tak namanya…

      Salut buat mba made, eh mba sri … atau panggilannya apa mba ? He he he

  2. Katanya memang ada yang begitu, capungnya udah mati dan dijadikan semacam model gitu. Hingga motretnya jadi gampang..

    Tapi menurutku fotografer seharusnya tidak begitu.

    Oiya, sekarang ini capung sulit ditemui karena kondisi air tanah yang semakin tidak bagus.

    • Oooo pantes bisa anteng capungnya kalau udah mati. Soalnya badannya kan kaku jadi antara mati dan hidup nggak beda.

      Iya mas, apalagi di jakarta, susah banget ndapetin capung. Tapi di bkt masih cukup lumayan banyak mas, walau jenisnya hanya beberapa doang.

  3. Aduuhhh bagus foto-fotonya.
    Kayak teman saya, sukanya motret seranggaaaa terus hahah.
    Cari binatang kecil, lalu tunggu dia diam untuk difoto, memang pe-er yaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s