Chatting yang berujung pada selingkuh – Bahaya curhat masalah pribadi lewat chatting


Satu lagi yang aku temukan bahwa media sosial berupa chatting melalui aplikasi messanger apapun namanya itu menyimpan bahaya tersendiri. Yaitu ketika dari chatting berujung pada selingkuh. Lho koq bisa ? bagaimana ceritanya ? orang cuma chatting koq bisa sampai selingkuh ?

Silahkan baca tulisan ini mengenai salah satu sisi gelap chatting yang harus kita hindari agar kita tidak terbawa pada indahnya rayuan selingkuh.

Chatting dengan lawan jenis yang cakep itu menyenangkan.
Malu atau takut menimbulkan isu atau berita yang tidak enak jika ngobrol secara langsung, apalagi kalau statusnya sudah punya pasangan istri atau suami atau pacar. Tetapi ngobrol lewat chatting itu lebih aman, lebih bebas mengekspresikan yang ingin diobrolin. Lebih puas memandangi wajahnya yang cantik.

Percaya deh, chatting dengan lawan jenis itu lebih asyik apalagi kalau dia itu cakep dan terlihat jelas icon wajanya. Kemudian dia juga pinter berbicara lewat tulisan dan tidak mbosenin. Siapapun dia akan menjadi chatting yang dinanti untuk berlanjut lagi di lain waktu.

Orang yang sedang ada masalah itu butuh teman curhat !
Percaya atau tidak, siapapun jika sedang mengalami masalah pasti ingin bercertia pada orang lain. Sekedar untuk mendengarkan saja atau sampai untuk meminta pendapat dan bahkan bantuan untuk menyelesaikan masalahnya.

Chatting curhat akan mendapatkan teman yang lebih pengertian
Ini yang paling bahaya, ketika kita misalnya kenal seseorang dan dia curhat tentang masalah pribadinya, makan akan keluarlah jiwa bijaksana kita. Dengan kata-kata kita akan memberikan solusi dan pendapat yang terbaik untuk dia dengarkan.

Begitu juga ketika kita curhat masalah pribadi ke teman chatting, maka dia akan kita lihat menjadi orang yang paling mengerti masalah kita. Bahkan kadang melebihi pasangan kita sendiri. Dia akan bisa memberikan solusi yang baik, menenangkan kita, meminta kita untuk bersabar, menjadi orang yang bijak dalam menjalani hidup. Pokoknya chatting curhat masalah pribadi akan mendapatkan solusi yang baik-baik walau hanya sebatas usulan dan saran.

Tapi disitulah masalahnya, kita akan merasa tenang jika berkomunikasi dengan dia, dialah yang lebih mengerti kita dibandingkan dengan istri atau suami kita sendiri. Setiap masalah yang kita curhat sama dia, sepertinya dia bisa memberikan solusi untuk kitaΒ  menghadapinya.

Dari sinilah lahir yang namanya kedekatan batin secara emosional yang akan melahirkan perasaan saling mengerti dan memahami. Percaya deh, jika sampai ketemu darat, itu akan menjadi orang yang seperti sudah kenal lama walaupun mungkin baru pertama kali ketemu.

Jika kopdar ini terjadi, pasti kita akan menunjukan kita itu berkepribadian seperti di chatting. Kita pasti akan tetap mempertahankan kalau kita sudah dewasa. Dari sinilah mulai lahir yang namanya suka dan tenang jika bersamanya. Perasaan untuk bertemu lagi akan mulai memenuhi perasaan.

Chatting berikut-berikutnya sudah seperti orang yang sangat dekat dan mulai bercerita tentang hal-hal pribadi lainnya. Dan kalau sudah seperti ini tinggal lanjut deh dengan yang namanya sayang dan endingnya cinta yang berujung pada perasaan kasih sayang.

Apakah segitunya ? Sepertinya kalau chatting sama orang nggak kaya gitu !
Itu Anda, tapi orang lain ? apakah seperti Anda ? Kita mungkin yang sudah lama berkecimpung di dunia maya, sudah banyak kenal orang dengan berbagai tipe, berbagai kalangan, berbagai kepribadian sudah seperti berada di dunia nyata. Di mana kita sudah bisa memfilter mana masalah yang perlu dishare ke orang lain dan mana yang tidak.

Tetapi mereka yang sedang galau, sedang gelisah, sedang ada masalah, sedang butuh teman curhat ?
Akan sangat seneng sekali jika ada yang mau diajak berbicara. Siapapun dia, kenal atau tidak. Pokoknya bisa bercerita itu sudah lega. Yaa daripada nulis status di fb, g+ atau twitter tentang galaunya, tentang masalahnya… dengan disamarkan para pelakunya. Ketika ada yang mengomentari itu sudah membantu untuk share

Orang lebih ikhlas curhat masalah pribadi dengan orang yang tidak dikenal !
Ah masa sih ? Koq berani banget ? Ini beneran terjadi lho, pernah aku alami. Aku juga heran sebegitu terbukanya dia tentang masalah rumah tangganya yang kurang harmonis, padahal dia nggak kenal aku, hanya karena aku terlihat kalau bikin tulisan agak seperti orang yang sudah dewasa …. wakakaaaa…. ini beneran lho … nanti deh aku ceritakan lain kali, sekarang fokus tentang selingkuh yang berawal dari chatting.

Jadi apa kesimpulanya ?

  1. Hindari chatting dengan lawan jenis !
    Walau ada merasa senang, happy dan penasaran, percayalah chatting dengan lawan jenis itu banyak sekali godaanya. Apalagi kalau dia cakep… bisa betah tuh chatting terus-terusan…
  2. Sebelum terlambat, hindari curhat masalah pribadi dengan temen chatting !
    Curhat masalah pribadi itu kebutuhan semua orang, cuma jangan salah tempat. Kita bisa mencari solusi itu dengan orang lain yang lebih pas misalnya orang tua, kakak, adik atau orang lain yang terpercaya.
  3. Jangan memasang wajah paling cakep di socmed !
    Rata-rata dari kita dan mungkin kebanyakan orang nggak pede kalau kita kelihatan jelek.Β  Tapi percaya deh, orang yang bener tulus mencintai kita itu nggak akan memandang wajah kita seperti apa
  4. Sharing masalah pribadi di socmed itu bisa jadi bencana lain di kemudian hari !
    Jika orang yang kita ajak curhat masalah pridabi berubah menjadi orang yang tidak suka atau memusuhi kita, apa yang akan terjadi dengan data pribadi kita yang dia ketahui. Yaaa contohnhya kita kan sudah sering denger berita hal-hal pribadi disebar luaskan mantan. Kita sendiri yang rugi.

Ah ahsan sok suci banget jadi orang !
He he he … bagi yang kesindir sama tulisan ini ya pasti akan menganggapku sok suci dan munafik. Tapi bagi kita yang ingin menghidari masalah, tulisan ini bisa dijadikan rambu-rambu ketika kita berkomunikasi tak terbatas melalui media chatting. Saat ini sedang booming sekali aplikasi-aplikasi yang mengarahkan model komunikasi kita untuk chatting.

Iklan

15 pemikiran pada “Chatting yang berujung pada selingkuh – Bahaya curhat masalah pribadi lewat chatting

  1. secara proporsional dan bijak semestinya kita dapat mengambil kemanfaatan atas sebuah fenomena..
    chatting adalah sebuah fenomena…semuanya tergantung pada diri masing2 pribadi pengguna /pemilik akun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s