Menikmati buah duku langsung dari pohonnya


Buah duku atau dukuh itu salah satu teman masa kecilku yang dulu ketika sedang musim hampir setiap hari aku naik pohonnya dan menikmati buahnya langsung metik kemudian duduk di rantingnya dan memakan buahnya sepuasnya. Tinggal gonta-ganti ranting saja milihin mana yang sudah mateng.

Nah kemarin sebelum sakit sekitar 2 bukan yang lalu, aku sempet memfotoΒ  sebuah pohon duku yang kondisi buahnya sama persis dengan pohon masa kecilku. Sudah mulai banyak yang mateng. Sebenarnya kalau nggak sakit kemarin, foto-foto ini sudah aku posting di blog ini dari hari itu juga.

image

Ini pohonnya, kelihatan sangat lebat buahnya sampai sulit untuk menaikinya dan duduk di salah satu dahannya karena penuh dengan buahnya.

image

Yang paling mengasyikan dulu itu kalau harus mengambil buah yang sudah mateng tetapi jauh dari jangkauan. Kudu merambat di dahan dan rantingnya dengan menjaga agar buah-buahnya nggak pada rontok karena keinjek atau kena tangan. Pokoknya kalau ketahuan ayah ada buah yang rontok bisa di marahin.

image

Buah yang mateng di pohon itu rasanya lebih krenyes. Walau kalau salah metik itu rasanya jauh lebih kecut. Jadi harus milih buah yang sudah sudah kuningnya mendekati putih, sudah tidak ada warna ijonya sama sekali.

image

Contohnya gambar di atas, hanya satu biji yang rasanya sudah manis. Kalau yang lain walau sudah mateng, tetapi masih kecut. Dan disitulah seninya makan dukuh langsung dari pohonnya. Lebih seru lagi ketika sudah susah-susah memetiknya, eh satu butir isinya biji semua untuk setiap siungnya… tapi aku mpok aja tuh sama bijinya, kata orang bisa jadi jamu juga. πŸ˜€

image

Rasa buahnya memang berbeda dengan buah duku yang sudah dijual di toko buah atau tukang buah yang biasa kita lihat. Buah yang mateng di pohonnya itu rasanya jauh lebih manis dan segar. Manisnya itu lebih kerasa walaupun masih ada getahnya.

Iklan

28 pemikiran pada “Menikmati buah duku langsung dari pohonnya

    • He he he … itu daerah saya berasal pak… πŸ˜€
      Carinya gampang pak, walau bukan dari sana, duku palembang masih cukup melimpah pak sekarang, soale lagi akhir musim…

      Biji duku ditelen itu khasitnya aku juga nggak tau pak, tapi itu lebih baik soalnya soale kalau terlanjur kegigit ketika makan duku rasanya pahit banget. Hampir kaya biji mahoni rasanya. jadi biar nggak buyar pahitnya di mulut mending ditelen saja.

  1. Seumur-umur baru kali ini lihat gambarnya pohon duku πŸ˜€ .
    Ternyata buah yg matang tidak merata ya?. Paling asyik klo bisa duduk di cabang pohonnya dan menyantap duku langsung di pohonnya πŸ˜† .

  2. wah pengalaman anda sama seperti pengalaman saya dalam hal buah duku, rasanya asyik dan bahagia sekali kalau buah duku sedanga banyak – banyaknya berbuah,Saya sangat suka sekali memanjat pohon duku,sebab cabang pohon duku tidak mudah patah.
    Salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s