Nasib Nyomet


Hidup sendiri dalam kurungan
Menanti lapangnya hati pemilik kurungan
Dan belas kasihan orang yang lewat
Serta hinaan, gangguan, cacian orang yang mentalnya cacat

image

Aku bahkan tak tau aku ini siapa
Aku tak tau seperti apa saudara-saudaraku
Aku tak tahu harus bagaimana
Yang aku tahu hanya kurungan besi ini tempat tinggalku

Hanya naluri yang aku punya
Untuk memakan buah yang masuk kurungan
Hanya kepada Tuhan aku minta keadilannya
Semoga yang mengurungku di sini disegerakan mendapat pembalasan

Ingatan terakhirku adalah aku seorang bayi
Yang tak lagi minum susu dari ibu yang aku punyai
Bahkan aku tak tau ibu itu seperti apa
Hanya saja, pasti tidak seperti manusia

Mungkin, di kurungan besi ini aku akan mati
Tapi sampai kapan mati itu aku akan menjemputku
Tapi di kurungan besi ini aku bisa makan
Aku sudah nggak tau lagi cara mencari makan di pepohonan sana

Andai aku bebas
Akan aku cari yang bisa membuatku bisa tertawa
Andai aku bebas
Tapi aku takut pada manusia yang cacat mentalnya

Iklan

4 pemikiran pada “Nasib Nyomet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s