Tentang perbedaan sego kucing, sego kepel dan sego bandem !


Untuk yang pernah ke daerah jateng khususnya Jogya, Solo dan sekitarnya pasti pernah tau yang namanya warung angkringan, kurang lebih seperti gambar di bawah ini yang disajikan.

image

Ada sego kucing, sate-satenan (aneka sate), baceman (biasanya bacem tempe dan tahu), dan gorengan. Untuk minumannya itu yang cocok untuk menemani suasana malam. Ada wedang jahe, susu jahe, kopi jahe, teh jahe, es teh dan teh. Kadang di beberapa tempat juga tersedi wedang ronde.

Yang menarik itu tentang warung angkingan ini adalah porsi nasinya itu yang sangat kecil. Pokoknya nggak akan kenyang kalau untuk makan. Tetapi akan sangat pas untuk dijadikan teman menikmati malam. Biasanya sambil ngobrol atau duduk-duduk santai. Nggak mengenyangkan tetapi cukup berisi.

Ada yang menyebutnya sego kucing, ada juga yang menyebutnya sego bandem dan ada yang menyebutnya sego bandem. Itu sebenarnya sama saja nasi, cuma suka-suka orang yang menyebutnya.

Kalau didaerahku namanya Sego bandem. Cocok sekali dengan ukuran batu yang bisa dipakai untuk mbandem (melempar) apapun. Jadi pas memegang nasinya serasa memegang batu untuk mbandem. Jadilag ada yang mempopulerkan namanya dengan sego bandem.

Sego kucing, itu karena porsinya sama dengan porsi nasi kalau kita ngasih makan ke kucing. Sedikit banget, bukan karena ukurannya yang sebesar kepala kucing, tetapi porsinya yang sama dengan porsi makan kucing.

Kalau Sego kepel yaa karena sebesar isi kepalan tangan manusia. Ketik dipegang itu pas ditelapak tangan. Jadi kadang juga istilahny jadi sego kepel.

Lupakan nama, yang penting rasanya. Sego kucing itu biasanya berisi nasi, sambel dan ikan asin. Dibeberap daerah kadang ditambah dengan orek tempe dan srundeng kelapa. Makannya itu juga jadi sedikit demi sedikit. Sambil makan sego kucing, nggigit gorengan dan minumnya wedang jahe, mak nyosss banget kalau malam-malam…

This Article Belong To Ahsanfile Project – Posted From WordPress

Iklan

12 pemikiran pada “Tentang perbedaan sego kucing, sego kepel dan sego bandem !

    • Nggak juga mba, nggak setiap yang porsinya sedikit itu nasi kucing.

      Kalau nasi kucing dan sejenisnya itu dibungkus khusus dengan daun atau kertas minyak yang disajikan dalam angkringan

      Kisaran harga di jakarta sekarang nasi kucing 3000, sate telur puyuh 2000, bacem tempe 1000, bacem tahu 1000, gorengan 2000 tiga, wedang jahe 2500, susu jahe 3500,

      Kalau di daerah jauh banget harganya mba, sego kucing 1000, bacem 1000 tiga, gorengan 1000 empat, wedang jahe 1000….

        • Emang sengaja dibuat murah karena target pembelinya itu biasanya para perantau kayak mahasiswa kalau daerah jogya solo. Tapi kalau dijakarta mahal karena yang beli malah orang-orang yang ingin jajan

    • Justru itu daya tariknya yang disalah gunakan… angkringan awalnya untuk nyantai malam hari sehingga nggak pas kalau suasanya terang.

      tapi disalah gunakan untuk mojok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s