Belajar fotografi – Memfoto kincir air


Cerita ke 5, Liburan pertama 2014

Kemarin mampir ke rumah makan “Liwet Pak Asep Stroberi” di Nagreg, di salah satu bagian dalamnya ada sebuah kincir air. Jadi deh sebagai obyek foto-fotoku sambil menunggu pesanan makanan datang. Nunggunya memang cukup lama karena jarak antara dapur dengan saung aku tempatin jauh naik turun. Nih dia kincirnya:

image

Itu adalah kincir air yang kalau orang dulu dijadikan pembangkit listrik sendiri. Tetapi sejak ada aturan orang pribadi tidak boleh membuat dan mengadakan listrik sendiri maka kincir air seperti ini menjadi barang langka.

image

Yang ingin aku ceritakan bukan soal listrik kincir itu, tetapi tentang teknik memfotonya yang dengan sedikit oprek-oprek pada kamera, hasilnya bisa beda jauh. Foto di atas aku ambil sekali jepret, hasilnya percikan airnya masih kelihatan jelas. Kelihatan seperti sekilas mata melihat.

Nah kalau foto di bawah ini aku ambil dengan membuka frame lensa sekitar 6 detik, jadi hasilnya percikan air seperti kabut. Lebih berkesan kalau lagi melihat aliran air dengan fokus bukan pada airnya. Aku nggak tau nama mode atau teknik seperti ini dalam dunia fotografi.

image

Kalau foto yang di bawah ini, view lain dari kincir air tersebut. View atau sudut pandang dalam dunia fotografi disebut “angle” seperti yang bli budi ajarkan padaku.

image

Iklan

2 pemikiran pada “Belajar fotografi – Memfoto kincir air

  1. Ping balik: Ucen-ucen – Buah klasik teman waktu kecil yang sekarang sudah mulai punah | Ahsanfile

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s