Jamur kecil ini enak rasanya tapi rawan tertukar dengan yang beracun


Ini adalah tulisan untuk mengenang tentang hidup di alam liar. Ketika hidup jauh dari peradaban, jauh dari sentuhan seni memasak makanan. Ini tentang hidup apa adanya dan apa saja yang bisa di makan. Dan percayalah bahwa itu lebih sehat dari pada model makanan kita sehari-hari yang tinggal di daerah beradab.

Kalau saya melihat sebuah jamur, yang pertama aku pikirkan adalah apakah jamur tersebut bisa dimakan atau tidak. Ini adalah kebiasaanku untuk mencicipi semua yang kalau masih memungkinkan dimakan ya akan aku makan. Urusan layak atau tidak, patut atau tidak, bersih atau tidak itu nomor sekian. He he he …. hidup di alam liar ya memang harus begitu, bertolak belakang sekali dengan hidup daerah beradab seperti kota.

Kedua adalah apakah jamur tersebut beracun atau tidak. Masalahnya adalah kalau sudah makan jamur tanpa identitas yang jelas itu urusan hidup dan mati itu hanya sebatas kulit bawang. Setelah makan jamur, ada dua kemungkinan yaitu kalau nggak hidup ya akan mati keracunan. Rumus alam yang berlaku seperti itu selama ini yang aku kenal. Jadi jangan main-main sama jamur yang tidak dikenal.

image

Coba lihat jamur di atas yang aku temukan tumbuh subur dan melimpah di bekas tumpukan kayu jati di samping rumah. Sepertinya enak untuk dimakan, di tumis atau pepes atau di goreng crispy. Ah nggak usah macem-macem, di jemur di atas batu panas aja sudah cukup.

image

image

Jadi caranya gampang sebenarnya membedakan jamur yang bisa dimakan dan yang tidak bisa dimakan. Lihat badan jamur itu bersih segar atau ada bekas jejak hewan. Jika jamur itu utuh, pasti itu beracun, tapi jika jamur itu adabekas hewan insyaAllah nggak beracun.

Yaa kita pakai logika saja, jika ada hewan di jamur itu dan jamur itu beracun pasti dia juga sudah mati, kalau jamur itu nggak beracun ya hewan itu bisa memakan atau dijadikan tempat tinggal.

Oh iya, hewan-hewan yang bisa kita jadikan ukuran yaa tentu saja hewan yang bagi kita mungkin menjijikan seperti cacing, kutu, ulat, belatung atau serangga. Kita harus membatasi jenis hewannya yang kalau dia akan mati jika memakan apaun yang juga menyebabkan manusia juga bisa mati atau paling ringannya keracunan. Untuk hewan tidak dikenal jangan dijadikan ukuran karena tidak menutup kemungkinan dia punya kekebalan terhadap racun jamur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s