Kerangka Novel Pertamaku : Asmara Tiga Wanita Hutan !


Cerita di bawah ini adalah naskah dan kerangka cerita dari sebuah novel fiksi yang sedang aku buat. Sekali-kali aku pengin membuat novel yang berasal dari imajinasi atau mengkhayal yang selama ini hanya septong-sepotong aku tulis.

ASMARA TIGA WANITA HUTAN

Sinopsis

Perjalanan naik pesawat menuju ambon mengalami kecelakaan. Saya beserta 5 orang rombongan jatuh dari pesawat dan mengalami luka-luka bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Rombongan tersisa 5 orang dan akhirnya satu orang meninggal dalam perjalanan mencari jalan keluar hutan.

Akhirnya saya dan 3 orang teman wanita bersama-sama berjuang melawan liarnya hutan beserta ganasnya para penghuni hutan. Saya adalah seorang pemuda yang masih lajang dan mereka adalah Putri, seorang mahasiswi semester 3 yang sedang berlibur ke rumah saudaranya di ambon. Ibu Ocha, rekan bisnis dari tempat saya bekerja dan yang terakhir adalah Ana, teman kerjaku yang juga istri sahabatku. Yang kami pikirkan adalah bagaimana selamat sampai ke daerah penduduk yang sudah kenal peradaban karena kami tidak tau ada di mana.

Selama perjalanan di hutan belantara inilah kami mengalami hal-hal yang di luar bayangan sebagai manusia biasa. Kami sudah berubah menjadi manusia hutan yang sudah kehilangan cara hidup kami sebagai manusia yang kenal dengan peradaban. Hanya satu tujuan yaitu bertahan hidup dan saling menjaga. Agar kami bisa kembali lagi ke keluarga masing-masing apapun yang terjadi.

Bagian Pertama,

Lika-liku kehidupan 1 laki-laki dan tiga wanita di dalam hutan yang selalu bersama melahirkan kisah-kisah seru yang hanya manis untuk dikenang. Suka duka, saling membenci, saling memperebutkan saya, saling ingin membunuh, putus asa, sakit parah, tinggal di gua, di kejar-kejar suku pedalamam, berkelahi dengan binatang buas, terjebak dalam lembah misterius, mendapatkan kemampuan terbang, sampai bisa memelakukam pengobatan sendiri dan tentunya cerita asmara dewasa diantara kami berempat.

Selama berbulan-bulan, bahkan lebih dari 3 tahun kami baru sampai ke sebuah perkampungan manusia dan ternyata itu adalah daerah malaysia yang akhirnya kami bisa meminta tolong untuk dibagaimana caranya kami dapat kembali ke indonesia untuk bertemu dengan keluarga kami masing-masing.

Itu adalah babak pertama dalam novel ini yang berkisah tentang perjalanan mempertahankan hidup di hutan sampai bisa kembali ke keluarga masing-masing. Babak kedua adalah perjuangan mendapatkan kembali keluarga yang ternyata sudah menganggap kami tiada dan sudah diihklaskan bahkan ada yang sudah di buatkan batu nisannya.

Bagian Kedua,

Dalam babak kedua ini alangkah terkejutnya kami ketika mengetahui bahwa kami sudah dinyatakan hilang oleh negara. Masalah baru datang mulai dari kami dianggap mengada-ada bahwa kami adalah penumpang hilang dari kecelakaan pesawat tiga tahun yang lalu. Susahnya mendapatkan jalan pulang sampai kami harus bekerja dulu di pertambangan liar. Dan di sanalah kembali kami harus bersama-sama berjuang sebagai sebuah keluarga, iya tepatnya saya secara sendirinya memiliki 3 tiga orang istri. Bukan lagi karena kami manusia yang memiliki rasa cinta tetapi keputus asaan kami memang jalan hidup akan berakhir seperti ini.

Hampir satu satu tahun kami bekerja dipertambangan liar di sebuah pulau dengan bayaran 100 rupiah untuk setiap 1 kg timah yang kami dapatkan. Kami tinggal di gubuk kecil ditepi pantai pulau pertambangan liar tersebut. Di sanalah kami seperti keluarga hidup saling mencintai dan menjaga serta berbagi. Kami menabung dan terkumpul uang 2 juta 7 ratus 4 puluh 6 ribu rupiah. Dan dengan uang inilah kami berangkat menuju pulau asal kami yaitu pulau jawa.

Dimulai dengan menumpang kapal liar ke batam, membeli tiket kapal menuju jakarta sebagai penumpang kelas kolong, yang penting bisa ke pulau jawa. Perjalanan ke pulau jawa tidak terlalu berarti untuk diceritakan. Hanya masalah dihina dan disepelekan oleh orang sepanjang perjalanan karena tampang kami yang sudah nggak berbentuk lagi sebagai manusia yang kenal peradaban.

Bagian Ketiga,

Dalam babak ketiga dalam novel ini adalah perjuangan kami mencari keluarga kami, diawali dengan mengantarkan salah seorang diantara kami ke bandung. Dia ternyata adalah anak perempuan tunggal dari keluarga kaya raya. Awalnya Putri tidak dikenali oleh keluarganya tetapi setelah berusaha sebisa mungkin sampai harus cek DNA segala, Putri akhirnya kembali ke keluarganya.

Oleh keluarga Putri kami diperlakukam sangat istimewa karena dianggap telah menyelamatkan putri mereka terutama masalah kesehatan kami diberikan pemeriksaan kesehatan secara khusus dan semua biaya di tanggung oleh orang tua putri. Dan terutama putri yang sangat perhatian padaku seolah saya adalah suaminya yang sesungguhnya.

Perjalanan dilanjutkan dengan mengantarkan ibu Ocha mencari keluarganya di daerah bekasi. Semua akomodasi difasilitasi mulai dari travel sampai biaya. Cerita sedih dimulai dari ketika ibu ocha bertemu dengan keluarganya. Sudah tidak ada lagi mereka di bekasi. Dengar kabar bahwa suami ibu ocha sudah menikah lagi dan pindah rumah ke surabaya tanpa tahu alamatnya dimana. Akhirmya ibu ocha memutuskan untuk ikut dengan kita lagi mengantarkan Ana menuju rumah suaminya di daerah bogor.

Kali ini lebih mengharukan lagi, sampai di alamat rumah mba Ana, Kisah yang lebih memilukan hati terjadi yaitu pas sampai di rumah suaminya, sedang diadakan pesta pernikahan yang ternyata suami mba Ana ini yang sedang menikah dengan wanita yang aslinya juga masih satu tempat kerja dulunya. Entah apa yang harus kita lakukan khususnya mba ana yang selama ini sangat merindukan suaminya, pas ketemu suaminya sedang melangsungkan pesta pernikahan. Dan kami akhirnya memilih untuk tidak jadi pulang ke rumah mba ana.

Bagian Terakhir, happy ending

Satu-satunya tempat untuk kita kembali adalah rumah Putri di bandung. Kami nggak tau mau kemana lagi walaupun sebenarnya saya masih memiliki orang tua di daerah jawa tengah tetapi karena dua orang sahabat sehidup semati masih dalam kesusahan, aku menunda untuk pulang kampung.

Cerita berkata lain, rupanya cinta putri kepada saya sudah semakin mendekati cintanya seorang istri kepada suaminya. Dan itu diceritakannya kepada kedua orang tuanya apa adanya yang selama ini terjadi selama hampir lima tahun perjalanan pulang setelah kecelakaam pesawat.

Tanpa panjang cerita orang tua putri memintaku untuk menikahi putri secara resmi dengan permintaan bahwa jika aku selama perjalanan pulang sudah bisa menjaga putri selamat, maka mereka minta untuk aku terus menjaga putri sampai akhir hayat.

Tidak ada alasa yang dapat membuatkan menghindar dari permintaan putri dan orang tuanya termasuk nasib ibu ocha dan mba ana yang belum jelas nasibnya. Mengingat apa yang telah terjadi di perjalanan, orang tua putri memaklumi untuk mereka juga menjadi istriku yang resmi.

Dan pesta pernikahanpun di gelar secara terbatas, hanya lalangan dan kerabat putri saja yang diundang dan tentunya keuluargaku, keluarga mba ana. Kami semua maklum atas apa yang terjadi dan mulai saat itu aku adalah seorang bujang yang memiliki istri tiga. Istri pertama adalah Putri, seorang gadis dan anak tunggal orang kaya di bandung. Ibu ocha, rekan kerja yang selama ini aku hormati dan mba ana, istri sahabatku.

Kami berempat kemudian diberi rumah tinggal di daerah sukabumi untuk mengurus sebuah perkebuna milik orang tua putri sebagai bekal saya menghidupi dan mencari nafkan buat istri-istriku…

Tamat

Iklan

11 pemikiran pada “Kerangka Novel Pertamaku : Asmara Tiga Wanita Hutan !

    • Siaappp….

      Iya sih, memang itu cerita yang sangat mengada-ada, sebuah khayalan + imajinasi dan mengarang indah dari seorang saya….

      Pesan moralnya … sepertinya aku juga belum menemukan, itu hanya sebuah mengarang …

      Eh apa ada aturan kalau novel itu harus ada pesan moralya ?

  1. kerangka mirip cerita dewasa atau bahasa lainnya cerita hot alias cerita saru alias cerita sex
    ———
    tinggal fillernya, fokus dimana
    kalo dilihat alurnya seperti ada adegan sex di dalamnya, mirip film hollywood lah
    jika cerita dewasa isinya melulu ke sex……… mirip film porno

  2. Ping balik: Revisi Kerangka Novel “Asmara Tiga Wanita Hutan” | Ahsanfile

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s