Trenyuh, lihat janda merawat 6 ekor kucing, hidup di pinggir jalan sebagai tukang tambal ban


Kali ini bukan trenyuh seperti saat lihat mantan yang statusnya baru saja menjadi janda, kali ini trenyuh karena kasihan dan iba melihat seorang ibu tua, hidup di gubuk kecil (bahkan tak layak disebut gubuk karena hanya kotak kecil paling ukuran 1mx2m). Di sana dia hidup dan mencari nafkah sendiri siang dan malam sebagai tukang tambal ban.

Hanya peralatan tambal ban, sebuah air compressor tua, tang, baut, palu, obeng, serta pemanas karet ketika ban sedang di tambal.

image

Malam beratapkan tenda kecil yang tak mampu menahan angin, nyamuk dan dinginnya malam. Air hujanpun masuk ke bawahny terbawa angin.

image

Tapi di sana ada kulihat kebahagiaannya. Dia bisa merawat 6 ekor kucing yang bagus-bagus sekali, gemuk dan besar-besar serta rukun. Lebih bagus nasib kucing di sini dari pada kucing komolek perumahanku.

image

Sungguh tegar ibu itu. Hidup seperti tak punya saudara, hanya berteman kucing yang selalu menenaminya siang dan malam. Mencari nafkah untuk makan bertahan hidup saja mungkin sulit sebagai seorang tukang tambal ban dan pompa angin ban kempes, tapi masih bisa berbagi dengan 6 ekor kucing sampai mereka betah dan hidup nyaman di sana.

Padahal aku dan mungkin banyak orang ketika melihat kucing liar di jalanan yang sedang kelaparan mengais-ais sampah merasa masa bodo dan kadang terganggu. Boro-boro diberi makan, tapi dengan kondisi ekonomi kita yang lebih baik dari ibu itu malah mengusir dan melempar kucing yang nggak mengganggu kita sama sekali.

Apa kita harus seperti ibu itu, merawat dan memberi makan kucing jalanan ? Sepertinya bisa dengan cara yang lebih baik lagi misalkan jika tidak mau memberi makan ya jangan mengusir atau melempar batu atau lainnya yang kejam. Sisakan makanan yang bisa di makan kucing dan taruh di tempat yang mudah diambil kucing sehingga kucing tak sampai mengobrak-abrik isi tempat sampah.

Iklan

4 pemikiran pada “Trenyuh, lihat janda merawat 6 ekor kucing, hidup di pinggir jalan sebagai tukang tambal ban

  1. Kucingnya gemuk-gemuk dan sehat, tanda mereka diurus dengan baik. Baik dan mulia benar budi ibu tukang tambal ban itu, semoga amal baik dan perjuangannya mendapat balasan dari Tuhan :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s