Ini reaksi laki-laki ketik mendengar sahabatnya meninggal dunia


Mati, adalah urusan Sang Pencipta kita, yang kita nggak akan pernah tahu kapan. Yang bisa dilakukan adalah mempersiapkannya. Tulisan ini bukan tentang itu, tapi tentang beberapa reaksi atau respon seorang laki-laki ketika mendengar atau tahu sahabat nya ada yang meninggal.

  • Sangat bersedih dan berduka karen kehilangan seorang sahabat. Kadang yang namamya sahabat lebih dekat dari seorang saudara
  • Tidak bersedih, tabah dan segera melakukan bantuan semampu dia. Mulai dari mengurus jenazah, memberikan dukungan moral untuk keluarga yang ditinggalkan dan lainnya.
  • Merasa berduka yang mendalam, sedih berhari-hari, nggak mau makan dan terus terkenang sahabatnya. Sering mendatangi kuburannya seolah nggak rela atas kepergiannya.
  • Merasa bertanggung jawab atas keluarga sahabatnya, Menjadi tergerak hatinya untuk juga melanjutkan posisi sahabatnya sebagai kepala keluarga atas istri dan anak yang ditinggalkan

Poin yang terakhir aku sebenarnya mau ngomong, nggak tega tiba-tiba melihat istri sahabatnya menjadi janda, kemudian merasa perlu untuk memberikan profil seorang suami lagi.

Nah kalau Anda laki-laki, Anda memilih poin yang mana ? Atau kalau Anda wanita, Anda lebih setuju saya untuk mengambil poin yang mana ?

Selamat pagi, selamat liburan….

Iklan

7 pemikiran pada “Ini reaksi laki-laki ketik mendengar sahabatnya meninggal dunia

  1. Terkekeh sendiri saya baca ini :hehe :maaf.
    Kalau saya diminta memilih, kayaknya yang kedua dan sedikit di yang pertama, ya. Yang ketiga itu menurut saya agak berlebihan, ya, kalau yang meninggal pacar atau keluarga sih masih mungkin, tapi kalau sahabat… Yah nggak tahu juga sih sebenarnya, mungkin ada juga yang persahabatannya terlalu kuat sampai-sampai jadi sesedih itu.
    Kalau yang keempat, hehe… saya cengengesan aja, deh. :lol

  2. Ya sesuai kemampuan saya … namun yg terberat adl Merasa bertanggung jawab atas keluarga sahabatnya, Menjadi tergerak hatinya untuk juga melanjutkan posisi sahabatnya sebagai kepala keluarga atas istri dan anak yang ditinggalkan – karena saya merasa tak mampu ut it. Kalau ut memberi perhatian saja sih ya ok .. ok .. wae … tidak lebih dari itu, kecuali Allah menakdirkan saya harus menikahi dan mjd kepala keluarga. Lha apa pak ahsan pilih yg terakhir? Good barakallah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s