Tentang sarung, macet, mandi dan bingung yang jadi satu


Pagi ini, sebuah hal yang sangat tidak aku harapkan terjadi. Macet di perjalanan semakin menjadi dan semakin cepat waktunya. Jika 2bulanan berangkat jam 5 pagi itu sampai kantor rata-rata jam 6.00an s/d 6.30an, dan sekarang pagi ini di atas jam 7 lagi.

image

Itu foto sarung saya saat sampai di parkiran mobil kantor. Sudah jam 7an dan sudah banyak orang datang. Mulai dari OB sedang menjalankan tugasnya di hampir seluruh bagian kantor, rekan-rekan kerja yang sudah mulai berdatangan.

Bisa dibayangkan, jika saya tadinya berencana untuk mandi di kantor, karena biasanya akan sampai jam 6an seperti hari-hari lainnya, dimana masih belum ada aktifitas bahkan nggak ada orang. Datang pakai sarung cuma bisa dilihat di cctv saja.

Lha ini, saya panik sendiri. Nggak mungkin saya turun trus jalan menuju ruangan yang terletak dilantai 3 masih dalam kondisi sarungan, sandal jepit, kaos oblong.

Kalau masalah belum mandi saya sudah biasa melakukannya dan nggak ada orang protes.

Kalau masalah kegantengan dan penampilan saya udah nggak memperhatikan apakah ada gadis yang akan naksir atau tidak, selama ini nggak pernah ngurusin penampilan juga bisa dapet jodoh.

Ini masalah etika yang masih saya pegang. Masa di kantor resmi pakai sarung dan sandal jepit. Di situ kadang saya merasa sedih….

Iklan

Satu pemikiran pada “Tentang sarung, macet, mandi dan bingung yang jadi satu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s