Ku Jual Baju Celana, Semua Itu Demi Nyai (UP9)


STOP, JANGAN DIBACA, ini curhatku saja yaaa….

Mungkin begitulah yang sedang aku alami. Ada sebuah moment penting buatku yaitu pindah kerja. Ada waktu yang harus aku lalui ketika gaji di tempat lama sudah dihentikan dan di tempat baru belum bisa dibayarkan karena alasan administrasi.

Ada siklus keuangan yang nggak bisa jalan dan ini parahnya ngefek ke kepulan asap di dapur. Dan otak pun harus aku putar agar dapur tetep bisa mengepul. Jual barang-barang yang masih bernilai, itu yang bisa aku lakukan.

Ngutang temen dan saudara sana-sini. Jual Motor, AC, kasur, kulkas, mesin cuci, kompor, lemari, sepeda anak, notebook dan entah apalagi yang bisa si jual.

Jangan ditanya dapet berapa, yang namanya jual barang elektronik bekas itu nyesek banget rasanya. Sisa harga rata-rata tinggal 1/4 sd 1/2 dari harga aslinya.

Alhamdulillah, masih bisa untuk menyambung hidup. Tapi koq ya ngenes banget rasanya, meninggalkan tempat kerja dalam kondisi kaya gini.

Iklan

2 pemikiran pada “Ku Jual Baju Celana, Semua Itu Demi Nyai (UP9)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s