Cerita pertama di kota baru, shock murah sampai dikira stress putus sama pacar


Oke ini tulisan pertama tentang hijrahku ke kota baru yang aku ceritakan kemarin di tulisan sebelumnya tentang negeri impian. Ini cukup ngenes karena aku harus ngalami hal yang kurang mengenakan. Dikira stress karena putus sama pacar !..

Daerah tempat kerja baruku di komplek sebuah kampus yang otomatis kalau aku sampai lembur di kantor itu harus nyari makan malam di sekitar kantor. Aku jalan-jalan sekitar sambil mengenali lingkungan. Dan banyak di sini adalah mahasiswa-mahasiswi berseliweran.

Banyak sekali warung makan di sini sampai agak bingung milihnya. Dan aku ngasal aja masuk, menunya ayam goreng geprek. Budgetku makan adalah 20rb-an, standar jakarta. Pas aku tanya harganya ternyata cuma 9rb satu porsinya. Aku kaget koq murah banget. Tanpa pikir panjang Aku ambil dua porsi dan langsung pesan serta duduk di meja lesehan.

Aku mulai merasa ada yang salah denganku yaitu aku sendirian di sana. Sementara yang lain itu sepertinya berpasangan semua atau ada temen. Aku melihat banyak yang ngelirik aku.

Dan aku kaget, dua porsi nasi datang semua, padahal bayanganku itu ntar datangnya satu persatu karena aku sendirian.

image

Dan akhirnya di sebuah area lesehan, di sebuah meja kecil untuk berdua, saya nyanding dua piring. Dan langsung aja aku foto momen ini kemudian nulis postingan ini. Ada sekitar 10 menit kayaknya aku nganggurin

Dan ternyatah, setelah aku sadar banyak orang yang melihatiku. Persis seperti seorang stress yang kayaknya mau makan berdua sama pacar tapi pacarnya nggak datang. Terus sedih sehingga makanan yang sudah dipesan dua porsi nggak dimakan-makan. Malah ditinggal buka-buka hp seperti mencoba mengubungi yayangnya tapi nggak ada balasan.

Kemudian biar nggak menimbulkan kecurigaan lanjut yang lebih parah, saya langsung santap aja tuh satu piring ayam goreng geprek sambel ijo. Nyam-nyam nyam… enak juga dan akhirnya habis satu porsi beserta satu gelas es the manisnya.

image

Dan satu porsi lagi masih utuh di depanku nganggur belum ada orang yang memakannya. Kemudian aku asyik lanjut lagi ngetik tulisan ini sambil sesekali memandangi piring di depanku. Pikirku kenapa harganya bisa separo di jakarta ya ?

Kemudian aku manggil mba pelayan yang ternyata juga dari tadi ngelihatin aku terus, aku pesan lagi satu porsi cah tauge ikan asin. Harganya cuma 3rb saja. Jadi ngepasin budget 22rb.

Wakakaaa… dah dua porsi masih nambah cah tauge. Tapiii itulah kapasitas perutku, cukup besar dibandingkan dengan kebanyakan orang. Soalya jenis kerjaanku yang banyak mikir butuh energi yang banyak. Jadi impas antara pemasukan dan pengeluaran.

Dan aku merasa waktu aku pesan cah tauge pasti menimbulkan keheranan orang-orang di situ. 1 orang porsi makanya banyak banget. Padahal sebelumnya 1 orang sedang galau dan sedih menanti yayangnya nggak datang-datang.

Oke, itu kesan pertamaku soal makanan di kota baru tempatku bekerja. Banyak cerita lain yang belum sempat aku selesaikan nulisnya. Mulai dari pola kerja, suasana jalan pulang-pergi yang hijau dengan background gunung. Wah menyenangkan pokoke…

Iklan

6 pemikiran pada “Cerita pertama di kota baru, shock murah sampai dikira stress putus sama pacar

  1. wah… masih nemu makanan yang cukup murah…
    kalo aku entah kenapa akhir akhir ini napsu makan sedang bertumbuh… pengennya makan terus… cocok dah target gemuk 2015… :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s