Gagal fokus


Saat malam hari, begitu banyak pilihan warna yang bisa diambil. Tapi nyatanya tak satupun aku dapatkan dengan baik. Hanya berbekas menjadi goresan yang tak jelas warna yang aku ambil.

image

Jika datang banyak kesempatan, jangan diambil semua karena resiko gagal semakin besar. Jikalau fokus pada satu, maka kesempatan untuk bisa mendapatkan dengan baik akan semakin besar. Jika tak siap, jangan ambil semua jika tak ingin kehilangan semua kesempatan. Karena setiap kesempatan butuh fokus dan perhatian, sementara badan dan pikiran hanya satu saja.

Kecuali telah memiliki bekal yang cukup untuk mengambil banyak kesempatan sekaligus. Karena jadwal hidup yang kacau itu juga karena ingin ini dan itu dapet semua.

Iklan

4 pemikiran pada “Gagal fokus

  1. Boleh urun rembug nih?
    Kita hidup hanya menjalani takdir yang telah ditentukan sejak zaman Azali. Kalau takdirnya gampang ya dimudahkan, kalau sukar yang disulitkan. Ibaratnya, kalau sudah rizki/jodoh tak kan lari gunung dikejar, dan sebaliknya kalau sudah bilahi sembunyi di lubang semut atau berlari ke kolong langit pun pasti akan celaka. Semua pekerjaan/kebaikan harus dilakukan dengan fokus seperti sabda Rasul SAW ‘beribadahlah seakan-akan engkau mati esok hari, dan bekerjalah seakan-akan engkau hidup seribu tahun’. Namun kita juga disuruh untuk balance dalam hal apapun seperti sabda beliau yang lain ‘ambillah duniamu namun jangan lupakan akhiratmu’. Dan tentu saja di dunia ini berlaku sesuatu pasti ada batasnya, tinggal kita pinter2 memilih dan memilahnya. Mana suka. Hanya saja malaikat Jibril pernah berkata kalau g salah ‘kalau kamu g takut akan Allah – atau neraka ya? – berbuatlah sesukamu’ atau mungkin kalimatx g seperti ini, tapi maknanya sama, wong lupa je …
    Sedikit gambaran tentang di atas. Tetanggaku jualan sayur mateng setiap hari, ada puluhan jenis. ‘Rute’nya setiap hari seperti ini: sesudah warung tutup, belanja, istirahat sebentar, kemudian mulai motong2 sayur, lauk atau bumbu, dan lain-lain. Selesai sore atau kadang malam. Kemudian tidur malam. Jam 2 pagi bangun, mulai masak dengan bahan-bahan dan bumbu yang telah siap. Setelah itu membuka warung jam 5 pagi atau kurang. Begitu seterusnya. Hari Minggu seakan-akan istirahat, namun sebenarnya tidak karena harus menyiapkan sayuran atau lauk lagi untuk esoknya. Dan kemarin pas mau lebaran, jatuh sakitlah dia, hingga sekarang ini 2 bulan lebih warungnya tutup. Begitulah mudah2an paham ya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s