Mengharap gadis dapetnya ibu-ibu, hidup itu jangan terlalu yakin dengan hasil usaha


Ha ha ha ha … ini tentang menjalani hidup dan menikmati hidup. Kisah nyata perjalanan malam naik bus ini bisa jadi pelajaran berharga buat siapapun yang terlalu yakin dengan hasil usahanya yang akan menentukan kebahagiaanya.

Naik bus sendirian, yang akan berpengaruh sepanjang perjalanan adalah teman duduk kita. Sebagai seorang yang maniak naik bus, berbagai jenis manusia sudah aku rasakan efek ketika duduk di dekatnya.

Mulai dari mas-mas gendut yang over tempat duduknya sampai kakek tua yang tidur ngoroknya super kental dahaknya. Mulai dari abg lebay sampai ibu-ibu galak dan arogan. Mulai dari orang super lugu sampai super brengsek.

Kali ini perjalananku agak aku harapkan dapet tempat duduk yang lumayan dan teman duduk yang nyaman. Nggak mematok harus seperti apa tetapi aku hanya ingin istirahat dengan tenang selama perjalanan. Nggak banyak nanya-nanya dan bertingkah yang membuat tidak bisa istirahat.

Yang namanya harapan itu bisa berubah dengan godaan yang datang. Dan itulah yang terjadi sama aku. Aku sudah naik duluan dalam bus, sudah duduk nyaman. Pas nglihat para penumpang lain pada naik, aku mulai memprospek siapa yang yang akan jadi teman duduku.

Satu dua tiga orang pada duduk manis di tempatnya, sebelahku masih kosong. Dan naiklah ibu-ibu tua cukup pelan jalannya. Aku berharap bukan dia teman duduku. Karena firasatku nggak enak. Dari depan dia sudah kelihatan cerewet.

Naik seorang gadis cakep dan clean. Nggak bawa banyak barang. Aku berharap kalau dia bukan teman duduku. Nggak baik bersebelahan dengan seorang gadis. Dan dia ternyata duduk tepat di depanku. Okee amannn..

Kemudian naiklah mas-mas dengan gaya cool, cuma bawa tas kecil satu. Eeeh disa turun lagi dan ngambil kardus, karung berisi beras. Aaa… jangan dia deh sebelahku, bakalan sempit tempat duduk dengan barang-barang.

Naik lagi bapak-bapak tua yang bossy banget. Hanya bawa tas notebook dan ta kecil. Boleh lah dia jadi teman duduk, sepertinya dia juga tipe yang mencari ketenangan dalam perjalanan. Eh enggak ding jangan dia, di bawah tadi aku menjumpai dia lagi merokok.

Wah koq pada duduk yah, sementara sebelahku masih kosong. Dan ibu tua itu belum juga duduk. Dan ternyata benar ibu itulah yang nanya kursi sebelahku. Aaaaaaa… tidak… barang satu masuk bawah kursi, dan ibu itu segera banyak omong kalau dia itu pengin duduk yang longgar, bisa selonjor karena kakinya ada masalah. Aaaaa tidaaakk…

Pas ngerti sebelah tempat duduku adalah ibu yang cukup repot. Sudah agak tua tetapi minta bisa selonjor karena kondisi badannya yang kurang nyaman buat duduk terus. wah ini bakalan nggak nyaman pejalananku.

Ya wis nikmati saja, niatku gitu saja..

Oke, posisi duduk sudah pada tempatnya, dan mulailan ibu itu semakin menunjukan dirinya yang aslinya. Ibu itu suka banget ngobrol dan aku yang orang pendiam sampai merasa aneh sendiri koq bisa aku juga menjadi bisa banyak menjawan pertanyanya juga.

Aku diam ibu itu tetep aja cerita yang menurutku nggak penting buat di bahas mulai dari harga tiket, jumlah kursi bus yang 2-2 dan 2-3, cerita soal anak-anaknya yang ada di kalimantan, lampung dan jakarta. Mulai dari lagi usaha mbetulin kontrakan dan lainnya. Dan lokasi kerja anak cucunya.

Makin menggerutu dan nggak semangat hariku saat itu. Aaaaa sudahlah bersabar saja. Barang kali nanti ibu itu akan berkata-kata yang ada manfaatnya diantara cerita-ceritanya. prasangka baik saya adalah dia itu orang yang sudah banyak pengalaman hidup, pasti ada hal baik yang bisa diambil. Walauuu ya walauuu harus tahan terhadap banyaknya cerita.

Bis sudah mau berangkat, tiba-tiba ada seorang yang terlihat sangat alim. Baru masuk dan kemudian menghampiriku dan mengajaku diskusi singkat. Ternyata dia itu duduknya di sebelah gadis itu dan dia nggak enjoy duduk di sana.

Dia mengatakan nggak baik duduk di sebelah gadis itu. Yaa saya paham maksudnya sama seperti yang aku pikirkan. Bersebelahan dengan seorang gadis dalam perjalanan sharian itu nggak baik. Dia mengusulkan agar tukar tempat denganku agar ibu sebelahku dan gadis itu yang bersebelahan. Dan gadis di depanku menolak.

Dan suasana jadi nggak enak karena agak gimanaa gitu. Aku yang skedar ditanyai juga ikutan merasa nggak nyaman karena seolah mengusik kenyamanan gadis itu. Ibu itu sih santai aja.

Kemudian aku mencoba memahami mas ini begitu kuat usaha untuk menjaga imannya agar tidak duduk di sebelah gadis itu. Aku menawari agar tukeran tempat. Dan akhirnya yang disebelah ibu itu adalah mas itu. Dan mas itu lebih setuju karena tidaklah mengapa duduk di sebelah ibu tua dari pada gadis muda.

Lhaa saya bagaimana ? Hanya berharap dapet pahala karena membantu seorang muslim menjada imannya karena dalam islam itu ada larangan untuk berduaan dengan wanita yang bukan muhrim atau yang kita kenal dengan ikhtilat.

Kondisi ini lebih baik bagi semua. Saya yang nggak nyaman dengan ibu itu bisa nggak disebelahnya dan mas itu bisa lebih baik temen duduknya. Tinggal sayanya ini yang harus bisa menjaga sikap agar jangan seperti bujang lagi.

Ha ha ha mungkin diantara pembaca ada yang berharap aku akan bercerita tentang gadis itu, untuk kenalan, tanya nama dan lainnya. Tapi maaf, misi saya dalam perjalanan bus eksekutif ini adalah dapat istirahat dengan nyaman dan tenang. Itu saja…

Oh iya, mba gadis disebelah saya ternyata masih single loh…

Iklan

Satu pemikiran pada “Mengharap gadis dapetnya ibu-ibu, hidup itu jangan terlalu yakin dengan hasil usaha

  1. hahahaha….biasanya kalo saya, memilih tidur sejak awal guna menyamankan diri, tapi kalo dapet teman duduk nya ibu-ibu yang cerewet ya kadang dengan terpaksa pasang earphone mendengarkan musik yg akhirnya tidur juga :mrgreen:

    -salam hangat-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s