Tips ringan membuat nyaman diri di terminal bus !


Terminal bus, salah satu hal yang paling bikin nggak nyaman adalah calo yang selalu nanya cenderung maksa tujuan kita. Kalao masalah copet, nggak nyamannya itu setelah ketahuan kecopetan walaupun menjadi lebih kepikiran kalau bawa barang banyak. Ini pengalamanku untuk merasa nyaman masuk ke terminal yang seolah masuk ke dunia rawan. Dan berikut Tips ringan membuat nyaman diri di terminal bus !

Tulisan ini aku buat berdasarkan keumuman tingkat keamanan di terminal bus. Ada memang satu dua orang yang baik, tetapi sebagai orang yang sedang dalam perjalanan, berdoa dan berusaha menjaga keselamatan adalah nomor 1, jadi apapun yang berpotensi tidak aman harus dihindari.

Jangan berpenampilan perjalanan jauh

Orang yang bawa barang banyak, gendong tas, tenteng kardus, ini langsung mengundah calo walau jauh untuk mengejar. Tapi kalau bawaah kita simpel, nggak rempong akan mengurangi minat calo untuk memprospek kita.

Jangan berpenampilan lugu dan polos

Ini juga mengundang orang untuk menipu, yang tadinya nggak ada niat malah jadi berpikiran untuk berbuat jahat karena kita berpenampilan lugu dan polos. Soal lugu dan polos ini hanya satu cirinya yaitu banyak bertanya trus mudah mempercayai omongan orang seoalah tidak tau kanan kiri dan depan belakang.

Lupakan dulu soal kecantikan dan ketampanan

Di terminal yang laku adalah orang yang bawa barang banyak, bawa duit banyak. Mau cakep mau jelek gak ada yang memperdulikan. Orang-orang jahat hanya mengincar duit dan barang berharga. Kalau ada diterminal orang kelihatan berpenampilan bagus malah mendundang rasa bahwa orang ini kaya atau uangnya banyak.

KONDISI INI BERLAKU DI TERMINAL YANG LANGSUNG NAIK BUS, BAYAR DI ATAS, BUKAN AGEN ATAU LOKET !

Jika ditanya-tanya mau kemana tujuannya oleh calo !

Ini awalnya sih cuma agak nyebelin, tapi lama-lama sangat nyebelin kalau sampai narik-narik atau maksa naik bus tertentu. Cara menghadapinya begini, ada beberapa level calo itu ngejar kita

  1. Cuma nanya tujuanya kemana, cuekin aja. Biasanya mereka akan berhenti mengejar kita. Dan mereka itu sudah terbiasa dicuekin orang karena mereka juda sadar perbuatan mereka adalah perbuatan maksa yang nggak disukai banyak orang. Jadi nggak perlu ada merasa bersalah nyuekin orang
  2. Jika mereka tetap ngejar, berkata “Cuma nanya doang mas tujuannya kemana”, jangan langsung dijawab, tapi balik tanya lagi “Cuma nanya kan ?”. Biasanya mereka akan mundur jika digituin.
  3. Jika tetap ngotot, kita jawab aja spesifik tujuan kita yang bukan nama terminal, tapi nama kecamatan atau daerah kita yang jarang orang tau. Biasanya meraka akan mundur karena daerah itu bukan tujuan bus yang dicaloinya
  4. Jika tetap ngotot, baliklah pertanyaan “katanya cuma nanya mas, ngapain lagi” sambil terus berjalan dengan tenang

Jika sering pulan lewat sebuah terminal, kenalilah salah satu calo bus jurusan kita

Ini pernah aku praktekan, ada sebuah calo bus yang aku kenal sehingga kalau aku masuk ke terminal diapun sudah kenal dan akan langsung di sambut dan dianter ke bus. Atau malah ngasih tau bus nya ada atau tidak.

Nggak ada ikatan apapun cuma dia akan merasa punya langganan untuk mendapatkan penumpan. Manfaat baiknya adalah calo lain tidak lagi akan mengganggu kita karena temen sesama calo tidak akan ribut berebut penumpang.

Jangan bayar tiket diluar bus

Contoh terminal pulogadung, jakarta timur. Tidak ada loket atau agen bus, semua penumpang hampir bayar tiket di atas bus. Kalau kita bayar tiket di bawah, maka semakin banyak orang yang tau tempat kita menaruh dompet dan yang akan memprospek berapa banyak uang kita juga akan semakin banyak.

Kejahatan berikutnya bisa timbul dari usaha mencopet atau lainnya. Berbeda kalau kita bayar di dalam bus. Kita juga bisa memastikan dapet tempat duduk, dan bisa ngeluarin dompet ketika sudah duduk. Tapi yang sering aku lakukan adalah menyiapkan uang jauh sebelum masuk terminal. Aku sakuin misal uang 100rb di saku baju yang mudah ambil, jadi kalau bayar tidak perlu ngeluarin dompet lagi.

Jika Dirubung calo atau beberapa calo maksa !

Pergi tanpa mempedulikan mereka lebih aman dari pada berdebat. Terus saja pergi dengan tenang, jangan menunjukan kepanikan. Menujulah ke tempat yang ramai orang penumpan, jangan ramai calo juga. Keluar terminal kadang jadi pilihan baik.

Jika ditipu pakai tiket/bus bodong !

Bodong maksudnya adalah kadang busnya ada, kadang jurusannya ada sesuai yang dicari, tetapi nggak berangkat alias cuma ngetem. Jadi pasti hangus tuh uang tiket. Ini kalau kita sampai nyerahin uang uang ke calo untuk dibelikan tiket.

Oke, itulah sharing saya soal terminal bus. Selagi bisa mencari bus yang berada di terminal yang tiketnya itu bisa dibeli di tempat aman seperti agen, loket atau lainnya, hindarilah terminal bus yang modelnya bayar tiket di atas bus. Atau lebih nyaman lagi berangkat dari agen-agen bus yang dia itu tidak berada di terminal, tapi dia sudah punya pool sendiri untuk armadanya. Biasanya mereka juga buka tiket di sana dan tidak ada calo dan jelas bus tujuannya kemana.

Iklan

4 pemikiran pada “Tips ringan membuat nyaman diri di terminal bus !

  1. Atau jangan naik bus… naik kereta api atau pesawat saja #eh.
    Terminal di Indonesia memang masih rawan sih ya Mas, makanya lebih baik siapkan diri dan informasi lengkap dicari dulu sebelum cus ke terminal bus. Terima kasih buat info dan triknya ya Mas, saya simpan buat diterapkan kalau jalan ke suatu tempat yang mengharuskan naik bus :hehe.

  2. Wah kalau nurut saya kok kasar-kasar ya mas ngomongin ke calonya?

    Dari dulu perjalanan surabaya – Malang nggak pernah ketemu calo yang gitu. Calonya baik2 deh he he he soalnya suka ngebantu penumpang yang gak tahu mesti naik bus apaan kalau ke daerah tertentu #PengalamanPribadi

  3. Komentarnya kok nggak keluar? Masuk spam kali ya…

    Menurut saya kok kasar ya mas cara kita ngomongin ke calo-calo itu?

    Menurut pengalaman saya yang sering bepergian surabaya-malang, nggak ada calo yang kayak diatas. Calonya baik-baik deh he he he malah sangat membantu penumpang yg gak tahu harus naik bus apa jika punya tujuan.

  4. Ooooh mantap Mas, baiklah, ini akan saya praktikkan nanti kalo saya naik bus dimanapun itu. 🙂
    Dulu waktu saya kerja di Jakarta, saya jarang ke terminal karena saya selalu pulang pergi naik bus transjakarta. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s