Bagi yng bertampang jelek, yakinlah cinta tulus itu akan datang !


Sepertinya ini yang entah keberapa kali, ada cinta pada tampang jelek saya. Dan kesimpulan saya soal cinta tulus itu bukan pada wajah yng ganteng, penampilan yang modis itu benar adanya.

Ini kejadian kemarin saat napak tilas, naik bus, seorang wanita melihaat saya dari sisi yang lain. Dari sisi dibalik penampilan saya yang amburadul, dan itulah tanda sebuah cinta yang tulus.

image

Saya benar-benar dalam sebuah perjalanan memburu misi untuk bisa mengenang peristiwa belasan tahun yang silam, cukup berbahaya jika saya berpakaian normal sebgai seorang dalam perjalanan. Makanya saya mengkondisikan agar tidak menarik minat copet, tukang palak dan sejenisya.

Kaos oblong, sandal jepit putus, celana komprang, muka kusut belum mandi, kaki busik (berdaki). Bau badan kecut pakai kaos bekas kehujanan kemarinya. Nggak banget lah kalau nanti ad wanita yang tertarik, apalgi sekarang jamannya yang modis, gaul dan trendy. Yaaa paling tidak rapi lah, dan say jauh dari itu semua..

Tetapi yang saya khawatirkan itu memang terjadi, ada saja orang yang menilai dari sisi lain, dari sisi orang yang jarang memikirkannya

.

Saya bertemu dengan wanita yang malah berpikiran bisa merubah hidup saya. Dia berharap bisa membuat saya menjadi orang yang rapi, bersih dan nggak kusut karena saya sebenarnya ganteng…

Dia melihat saya sebagai orang yang tampil apa adanya, tidak neko-neko, dan tidak pemalu. Sebuah ciri orang yang bekerja keras, punya punya prinsip.

Di menilai saya sebagai orang yang pasti setia, logikanya mana berani sih goda-goda wanita orang tampangnya kaya gitu agau man ada sih wanita yang mau sama lelaki seperti itu, apanya coba yang bisa didapatkan.

Oh iya, soal dialog dengan wanita itu sedang dalam editing, akn saya share di sini juga.

Iklan

7 pemikiran pada “Bagi yng bertampang jelek, yakinlah cinta tulus itu akan datang !

        • Disewotin cowok, saya merasa berdosa !

          Perjalanan napak tilas naik bus ac ekonomi, jurusan purwokerto-yogja-solo, saya duduk di kursi paling pinggir deket kaca jendela, sebelah kiri saya seorang cowok dan disebelahnya seorang cewek. Dari tampang Sepertinya mereka mahasiswa. Dan saya bertampang brekele, lusuh, pagi tak mandi, jaket hoodie, sandal jepit putus sebelah kotor sekali.

          Saya cuek sama mereka yang agak bergaya cool dan rapi, mencoba untuk memposisikan sebagai penumpang yang pendiam. Tetapi karena perjalanan ini adalah napak tilas perjalanan 14 tahun yang lalu, saya mencoba mengingat setiap kejadian waktu itu dengan langsung menulis ke blog saya. Nantikan setelah tulisan ini tentang napak tilasku…

          Antara tablet untuk wordpress, kamera untuk memfoto dari jendela, bolak balik saya buka bergantian. Dan saya menjadi paling sibuk diantara 3 orang penumpang satu deret kursi ini. Tak sepatah katapun keluar dari mulut saya menegur mereka yang sedang asyik ngobrol pacaran. Sampai ketika sampai di daerah kebumen, mba itu menyapa saya, dan dari sanalah awal kejadian nggak menyenangkan itu terjadi.

          Mba: eh mas mas, dari tadi asyik banget lagi nulis di blog ya ?
          Me : he he, iya mba, kpq tau ?
          Mba : iya, saya intipin dari tadi, itu aplikasi wordpress kan buat ngeblog ?
          Me : iya, mba ngerti wordpress juga ya ?
          Mba : iya mas, tapi masih belajar,
          Me : ah ini gampang banget koq, cuma tinggal nulis doang …
          Mba : wah mas ini udah pinter pasti….
          Me : nggak juga, karena sering pakai aja jadi tau. Mba blogger juga ?
          Mba : mmmhh,.. baru… baru dua minggu jadi blogger…
          Me : wah lagi semangatnya nulis tuh
          Mba : iya, tapi banyak yang belum bisa

          (Aku dan mba itu jadi ngobrol di antara mas itu, yang sepertinya raut mukanya menjadi nggak enak di lihat olehku, sepertinya cemburu apa yah, tapi kayaknya bukan, soalnya cuma ngobrol gitu doang sama cowok lain koq cemburu. Apalagi dengan tampang kusut, pakaian kusut dan nggak modis blas. Oh iya, saya ingat lagi, saya terakhir gosok gigi itu 5 hari yang lalu)

          Mba : kalau mas ini mau kemana ?

          (Dan sayapun agak bingung menjawabnya, karena kalau aku jawab napak tilas pasti membutuhkan penjelasan rumit) daan…

          Me : oh anu… sedang jalan-jalan hunting foto saja mumpung libur
          Mba : whaaa mas seorang traveller juga ya ?
          Me : yaaa bisa dibilang seperti itu
          Mba : whaaa asiknya bisa jalan-jalan sesuai hobi…
          Me : kebetulan mba, apa yang sku foto biasanya aku langsung upload ke blog.
          Mba : wah cita-cita saya tuh mas

          (Dan mas itu tambah cemberut saja, nggak diajak ngobrol sama ceweknya)

          Me : kalau mba sama mas ini dari mana mau krmana
          Mba : ini mau pulang ke solo
          Me : oh kalau mas nya ?

          (Saya mencoba mencairkan suasana dengan mencoba menegur mas itu tapi dia fiam saja dan pasang muka angkuh) akhirnya,…

          Mba : oh ini, mau main ke rumah saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s