Ibu-ibu ini sopir angkot, lebih sangar dari laki-laki di Jakarta #2


Sekarang entah kondisi masyarakat atau niat atau terpaksa ekonomi, atau sedang mendalami kesetaraan gender, seorang wanita harus merasakan kerja kerasnya seorang laki-laki. Supir angkot adalah kerja berat yang selama ini identik dengan laki-laki.

image

Salip sana salip sini, rem sana rem sini, mata selalu bergerak mencari penumpang, mata selalu awas lobang dan jenggulan, telinga sambil denger musik, mulut sambil teriak menawarkan ke penumpang, sesekali say hello ke kawan sopir pas papasan.

image

Semua itu dalam satu waktu ketika menyopir, sungguh sebuah perkerjaan multi tasking yang butuh nyali dan kemampuan mengontrol badan serta emosi. Tetapi pada banyak kasus, perilaku wanita di jalanan malah membahayakan pengguna jalanan yang lain.

Ah entahlah… tetapi aku nggak setuju kalau wanita harus kerja keras seperti itu. Tapi pasti saya ditentang oleh pendukung kesetaraan gender yang saya belum mengerti tujuan sebenarnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s