Perjuangan seorang wanita pedagang sayur !


Inilah yang dilakukan oleh para pedagang sayur di pasar daerah perkotaan. Sebuah sisi kerasnya perjuangan unuk hidup dan bertahan hidup. Ketika dini hari pagi jam 2 atau jam 3 di saat orang sedang asyiknya tidur mereka sudah harus pergi ke pasar untuk jual beli. Terlambat sedikit saja bisa berakibat ruwet seharian. Tidak dapat pasokan barang atau dikomplain pelanggan atau bahkan kehilangan order.

Pemandangan ini aku lihat di dua pasar yang angkot aku naiki lewat dari terminal. Yang aku lihat mayoritas adalah ibu-ibu dan sedikit laki-laki. Dan beberapa adalah gadis yang membantu ibunya di pasar. Dan saya berfikir itulah salah satu wanita yang pas dijadikan pendamping hidup, karena sekarang sudah jarang wanita yang mau kerja keras sampai kaya gitu.

Ibu-ibu yang berjualan sayur di pasar !

Yang berjualan di pasar harus datang jam 2an pagi, terima barang masuk dari distributor, buka toko dan gelar dagangan. Jangan sampai terlambat soalnya para pedagang yang kulakan sayur ke pasar jam 3an sudah menyerbu ke pasar mencari dagangan untuk dijual lagi.

image

Kemudian nanti jam 5an adalah waktunya para ibu-ibu rumah tangga atau mba-mba asisten rumah tangga yang belanja sayur. Melayani mereka lebih ndetail dari pada melayani pembeli pedagang yang sedang kulakan. Jumlah macam sayurnya lebih banyak tetapi belinya dikit-dikit. Ini sampai ntar jam 7an pagi. Dan nanti lagi jam 9 sampai jam 11 siang, datang lagi pembeli dari mereka yang santai beli sayuran ke pasar.

Ibu-ibu yang belanja ke pasar !

Mereka yang membuka warung sayur sendiri di rumah, untuk mendapatkan harga murah harus datang sebelum jam 5 pagi. Deal harga antar pedagang beda dengan antara pedagang dengan konsumen.

Pedagang berani memberi harga murah karena pedagang rumahan ini membeli dalam jumlah banyak. Waktu melayaninyapun secara alamiah dipisah dengn waktu melayani pembeli eceran. Misalnya pedagang eceran sayur membeli bawang merah bisa 5kg, pembeli biasa paling 1/4 kg… makanya harganyapun beda.

Foto dalam tulisan ini adalah seorang ibu yang baru pulang kulak sayur di pasar. Dia nggak terlalu rempong karena nggak banyak yang dia beli. Jam 5.30 naik ngkot dari pasar menuju rumahnya. Di rumah dia masih harus menggelar lapak jualannya. Sungguh sebuah perjungan hidup yang butuh tenaga, kesabarab dan manajemen emosi yang baik.

Hargailah ibu dan ibu-ibu yang rempong bawa dagangan

Sesekali mungkin kita akan bareng sama mereka ketika kita naik angkot antara jam 3 sampai jam 6 pagi. Bagi yang nggak pernah meliat pemandangan ini aku sering kesel melihatnya koq menyepelekan banget sama ibu-ibu rempong bawa sayur dari pasar. Dan celakanya yang melihat acuh adalah para gadis muda yang ditangannya megang hp.

Sekali pernah aku bareng sama sama seorang anak gadia sma dalam sebuah bus. Di tengah jalan naiklah ibu-ibu dengan membawa barang dagangan dari pasar banyak sekali. Perilaku gadis muda itu sungguh menyebalkan. Boro-boro berempati sama ibu itu dengan geser posisi duduk, ketika depanya diisi barang-barang ibu itu malah sewot dan ngedumel.

Aku yang nggak jauh duduk di sebelahnya pengin marah tapi khawatir anak kaya gitu kan baper banget, nanti dia seharian bisa uring-uringan kena semprot cowok, pelajaran sekolah bisa bermasalah dan aku bisa jadi gosipin di socmed karena aku pasti akan difoto dan diupload ke fb dengan label cowok sok-sokan dan bawel.

Ah biarin aja lah, yang penting bisa bantu ibu itu. Siapa tau bisa jadi menantunya…

Iklan

17 pemikiran pada “Perjuangan seorang wanita pedagang sayur !

  1. Cie, paragraf terakhir itu membuat saya nyengir,
    padahal dari awal sampai mau selesai udah khusuk membacanya.
    Apapun profesi halal yg dilakoni seseorang, harus diapresiasi dengan baik, si gadis blm tau bagaimana kerasnya hidup *sok bijak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s