Jejak Hati Tanah Ampah


Udara musim hujan yang panas ini,
Membawa menanti datangnya kemarau,
Walau sekedar melihat cerah langit,
Dan layang-layang anak seberang

Menarinya hijau jagung terbuai angin,
Aku lihat sebagai pendamping hujan,
Di sanalah alam pernah aku singgahi,
Diselanya desanya ada wajah
Dan aku lupa senyumnya

Ah lupakan, usia mengubah ingatan
Terlalu lama kabarnya hilang
Disaat kucari, entah kemana bertanya
Tentang kabar seorang gadis manis

Ingatanku di sela alam desanya
Dari sekian yang terpilih
Dan bertanya bisakah bertemu
Atau melegakan belasan tanya

Lalu ada ragu membuatku malu
Apakah dia masih kenal
Sudahkah dia milik orang
Hingga tak bisa aku walau melihat

Ah biar saja wajah manis itu
Tetap di antara jalanan desa
Yang tersimpan dalam ingatan
Dan tak akan berubah sampai nanti

Karena ada takut tentang masa
Sehingga dia tak lagi manis
Dan dia tersenyum bukan untukku
Hingga hilang wajah manis itu

Tetaplah engkau di sana
Alam alam desa tanah ampah
Yang akan kulihat setiap masa
Ketika Aku melewati alam desamu

Dan biar wajah manis itu
Tak akan berubah sampai kapanpun
Sebagai tanda ingatan
Ada sahabat berwajah manis di sana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s