Bencana dari malam yang mengerikan, dilendotin om-om


Kemarin sore cuaca cerah, walau hati yang nggak cerah karena badan meriang. Tetapi karena semangat untuk hari esok maka semuanya terasa baik semua 😁. Sampai akhirnya kursi sebelah saya ditempati oleh seorang yang tanda-tandanya nggak nyenengin hati 😧😩

Ini kisah ke sekian kalinya saya dilendotin seorang laki-laki di perjalanan bus malam. Nightmare… 😨😨😨 jadi malam yang horor pokoknya. Cukup saya saja dan terakhir kemarin mengalaminya. Nggak enak mulai dari awal sampai akhir dan jadi kenangan buruk. 😐

Dalam ketenangan duduk saya, agak terusik dengan laki-laki berambut cepak yang nanyain satu per satu kursi penumpang yang sebelahnya masih kosong. Dengan teganya penumpang di di depanku bilang sudah ada isinya padahal kosong 😠. Ada juga yang bilang nggak tau, nhaa apesnya aku kayaknya. Orang itu acak menanyai dan akhirnya nanya ke aku.:|

Dan pada akhirnya nanti sebuah kebodohan buat saya ngladenin perasaan orang seperti ini. Memang benar kata nasehat, perlakukanlah orang seperti dia memperlakukan kita. Dia baik, kita baik. Dia bersilap jelek, kita cuekin saja. Dia berbuat bodoh, kita jangan ikut-ikutan cara berpikir dia, ikut bodoh ntar.

Aku tuh orangnya nggak bisa bohong dan nggak bisa tega. Nggak bisa bilang kaya penumpang lain kalau sebelahku sudah ada isinya, karena aku memang tau belum ada yang pesen kursi sebelahku. Akhirnya aku jawab kosong aja, dan duduklah laki-laki itu di sebelah saya. Oke sampai di sini baik-baik saja.😥

Bencana pertama, orang itu sok tau banget, ngeluh dan komplain mulu.

Baru duduk dia sudah komplain, mengapa busnya datang telat, padahal katanya biasanya dia jam 16.30.sudah naik bus, lha ini jam 17.15an kok baru datang. Telat banget katanya dan dia amat kecewa dengan kondisi ini.

Perlu diketahui, bus yang saya naiki ini sudah jadwalnya jam 17.30 sampai ke terminal induk di kota saya. Ini malah datang lebih cepet 15 menit malah ada yang komplain. Nggak sesuai pengakuannya banget kalau dia biasa nail bus ini. Inilah hal pertama kalau orang ini sok tau.

Bencana kedua, dia itu super ngeyel tapi sok tau dan gak mau dikasih tau.

Kemudian saya coba jelaskan bahwa bus ini malah datang lebih cepet dari biasanya. Dia ngeyel kalau busnya ini terlambat dan terlalu sore. Kemudian aku kasih tau kalau dia naik bus yang bukan jurusannya. Nggak mau kalah, dia buka bahan debat yang lain soal jam sampainya nanti di tempat tujuan.

Haduh, saya koq merasa jadi orang yang ngeyelan juga ya. Memang lah kalau lawan bicara ini emang akan mempengaruhi cara kita bersikap juga. Harusnya ya aku nggak usah ngladenin orang kaya gini. Percuma dan nggak ada gunanya, menang ngeyel gak dapet apa-apa, kalah ngeyel cuma sakit hati.

Bencana ketiga, orang ini kalau tidur kaya bangkai, gak sadar sekelilingnya

Tidur di kasur sendiri atau di manalah itu terserah mau posisi bagaimana, mau cethathangan, mau njiplong, mau sambil gejol-gejol terserah. Tapi kalau duduk di kursi bus ya yang agak sadar diri. Lha ini tidur nyerobot space tempat duduk saya dengan ndlosorin badannya.

Bencana keempat, saya gak bisa tidur, berkali-kali kaget kejedot kepalanya

Satu lagi yang bikin saya jengkel adalah orang ini selain tidurnya kaya bangkai, juga kalau lagi agak sadar dia itu ndlosor. Tidur nya lama-lama badan atau kepalanya miring, setelah miring banget kemudian dia kaget dan membetulkan posisinya. Begitu terus berulang-ulang sampai mengganggu banget.

Mengganggunya itu kalau dia ndlosor ke arahku kemudian pas sudah miring banget dia kaget. Kagetnya badan segede kebo kaya gitu ya efekya kaya kerasa banget. Beban berat kemudian beban berat itu tersentak, ya tempat beban itu juga kena gempanya. 😧

Awalnya sih tak biarin karena aku pikir sekali atau dua kali saja, dia akan sadar kalau ndlosor ke arahku. Namun aku salah sangka, orang ini otaknya bener-bener mati kalau lagi ngantuk. Jelas banget sesekali dia buka hp. Itu kan berarti sadar, tapi saraf perasaannya yang mati.😣

Bencana kelima, siang ini saya ngantuk sekali

Hoaamm… saya pas nulis ini ngantuk sekali dan mata terasa panas serta kepala rasanya berat banget. Yaa semalaman ngantuk banget tapi bentar-bentar kaget, busa dibayangkan kepala jadi pusing banget. 😩😩

Sepertinya jadi pelajaran buatku, kalau ketemu orang aneh ya hadapi dengan cara yang aneh juga, rugi sendiri soalnya kalau mengalah sementara dianya nggak ada perasaan bersalah sama sekali.

Bencana keenam, buatmu yang mbaca tulisan ini dan ikut stress…

Iya, rejeki dapet cerita yang kaya gini, bikin mules kepala dan pusing perut. Tetapi makasih yaa sudah baca dan bisa merasakan penderitaan saya ini. Eh tapi buatmu yang malah suka baca cerita kaya gini, aku doain deh biar ngrasain hal serupa. Semalaman serasa di deket gerandong. 😄😄😄

Iklan

2 pemikiran pada “Bencana dari malam yang mengerikan, dilendotin om-om

  1. hahaha.. rejeki ya diglendotin om- om. 😀 tapi nggak ada barang ilang kan? *malahburuksangka* soalnya dulu pernah ada teman, ceritanya gini, eh sambil tidur nyender2 gitu tasnya robek, dompetnya hilang. 😦
    saya kalau ada orang ngajak ngbrol dan nggak asik, langsung pasang headphone. 😀 meskipun lagunya nggak dinyalain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s