Jangan menyerah, ada lontong dan tempe aci !


Minggu, 30 Okt 2016. Pengalaman ini adalah bagian dari masa peralihan antara uang cash dengan uang digital yang belum bisa diterima oleh semua orang. Dan ini adalah kisah sedih saya karena kelaparan tak ada uang cash. Jauh banget dari iklan yang menawarkan kemudahan akses uang digital walau di hutan belantara. 😎

Pengertian uang digital adalah sejumlah nominal di rekening milik kita yang bisa kita gunakan untuk transaksi menggunakan kartu atau teknologi komunikasi tanpa perlu ada fisik uang. NOTE : Pengertian ini aku karang sendiri lho ya, jangan dijadikan rujukan njawab tugas sekolah.

Balik ke cerita, karena sudah mulai jadi kebiasaan saya jarang menggunakan uang cash untuk belanja dan lebih nyaman pakai kartu saja, kadang kebawa juga ke aktifitas lain yang padahal di sana kenalnya hanya uang cash. Di sinilah masalah saya.😩

Saya naik bus AKAP itu dengan santainya beli tiket dan naik. Di jalan saya mulai panik karena uang cash cuma sisa 14.000 saja. Dan dengan yakin nanti di rumah makan atau di jalan saya akan menemukan atm, saya menenangkan diri.πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Baru naik bus, masih di terminal keberangkatan saya merasa lapar. Dan ketika ada pedangang asongan, saya beli cuma air mineral botol saja. Cukup tenang karena minimal nggak kehausan.😧😧

Baru jalan sekitar 15 menit ada pengemis naik, hati berontak banget. Duit cash cuma 1 lem ar 10 rb saja, sambil menunduk dan berfikir saya mengalami pertentangan batin antara ngasih atau tidak πŸ˜”πŸ˜”. Dan akhirnya sepasang pengemis kakek tua buta dan benek renta lewat terseok-seok dihadapanku di saat muka saya sedang tertunduk. Aduh menyesal sekali saya atas kejadian ini.😒😒

Ketika sampai di rumah makan, benar sesuai ingatanku, di sana ada atm. Saya langsung cus ke atm. Bayangan nasi padang enak lauk ayam goreng serta teh manis anget membuat saya semangat. πŸ˜†Tetapi nasib berkata lain, sepertinya uang dalam atm habis.πŸ˜” Transaksi tidak dapat diproses, dan saya keluar dari atm dengan gontai. 😭😭😭

Kemudian aku masuk ke rumah makan, melihat orang-orang yang sedang makan enak, minum anget saya jadi merasa sedih. Langkah saya berhenti di depan urinoir dan pipis. πŸ˜“ Keluar airnya pun seperti mengerti perasaanku. Keluar pelan dan tanpa ada tekanan mau keluar. 😒😒 

Keluar toilet, dari kejauhan saya melihat dua orang petugas sedang narikin uang kebersihan, Rp 2000 per orang 😰. Dan saya mendadak panik karena saya geragapan saku dan uangnya yang 10rb gak ada. Saya ubek-ubek tas cangklok akhirnya ketemu juga. Oke uang saya sisa 8 ribu saja. 

Saya kemudian keliling area rumah makan dan inilah akhirnya harus ku putuskan. Beli makanan yang murah, karena beli makan nasi minimal 25rb, ini duit cumma 8rb saja. Akhirnya aku nemu seorang ibu-ibu tua sedang melamun. Di depannya ada tumpukan lontong dan gorengan dalam plaatik kresek hitam. 😐

Tapi itulah akhirnya yang aku beli, 3 ribu satunya. Dan saya dengan uang 8rb gak mungkin nawar agar dapet 3. Gak tega, akhirnya aku beli 1 lontong dan 1 tempe aci. Tempe goreng tepunh tapi tepungnya kenyal. Dan dengan lahap banget aku makan. πŸ˜„πŸ˜„

Perasaan saya masih lapar. Tempe aci baru separoh aku makan sebagai lauk lontongnya. Masih ada uang 2rb di kantong kemudian saya ubek-ubek saku dan tas berharap nemu duit 1rb lagi. Dan saya bisa beli 1 lontong lagi. Dan akhirnya saya senang ketika tangan saya nggragap receh. πŸ˜ƒ

Tapi kemudian saya sedih lagi, uang receh cuma 700 rupiah. Gak cukup sampai 3rb. 😒 Ya akhirnya aku lanjutkan makan tempe aci yang masih separoh dan kemudian minum air yang tinggal teguk terakhir. Dan aku harus memantapkan hati, inilah malam yang harus aku jalani. 😧

Kemudian aku duduk di bus dengan sangat nyaman, aku tutupan jaket dan melupakan sekitar. Aku mau tidur agar besok sampai terminal tujuan dengan seger. Karena ada masalah yang belum aku tau solusinya, aku gak pegang uang sama sekali, entah aku keluar dari terminal bagaimana caranya. 

Iklan

3 pemikiran pada “Jangan menyerah, ada lontong dan tempe aci !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s