Laki-laki dan uang receh !


Pernah saya di tes sama seseorang dengan cara melihat isi dompet saya. Dilihat susunan uang dalam dompet … dan syukurnya dalam kondisi rapi sekali. Masih ingat bener isinya cuma 3 lembar saja rapi dengan pemisahan yang jelas.

Padahal bukan seperti itu saya sebenarnya. Saya menerapkan uang dalam dompet itu adalah deposit yang sudah terjadwal dan terhitung kapan harus dikeluarkan. Dan uang-uang untuk kebutuhan harian saya masukin kantong celana semasuknya. 

ORIENTASI PADA KEPATUHAN ANGGARAN DAN KEPRAKTISAN

Nggak pernah tertata, asal masuk, asal ambil. Lebih mudah buatku karena praktis. Dan jelas tidak asal ambil dari anggaran. Karena masalah utama setiap orang adalah mudah mengeluarkan uang ketika sudah menjadi pecahan receh. Walau jumlah sisa total masih sama, tetapi otak menjadi mules karena lebih susah untuk dihitung.

LAKI-LAKI KOQ RAPI ?

Ini sih beda pendapat tiap orang untuk standar kerapian. Tetapi buatku terlalu feminim laki-laki yang apa-apanya rapi banget. “Ora nglanangi” atau “Tidak laki-laki” kalau urusan uang harus sampai tertata terus dan mlipit di dompet. Karena yang seperti ini biasanya ya cewe, ditata, dipisahin antara puluhan, ribuan dan receh di dompet.

Selera orang sih, tapi selera saya nggak yang rapi-rapi kaya gitu. Lha kalo nggak rapi nggak disiplin ! Itu kan kata orang. Disiplin itu antara jadwal atau renncana sama pelaksanaan sesuai.

Jadi menurutku penilaian pribadi orang dilihat dari rapi tidaknya uang di dompet itu unsur subjektifitasnya tinggi dan nggak pas sebagai ukuran.

Iklan

Satu pemikiran pada “Laki-laki dan uang receh !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s