Mba, sepertinya butuh sosok suami yang pengertian ya ?


​Ada saja yang aneh-aneh dari temen tempat duduk… nih satu-satu kuceritakan… pokok ya ngenesnya perjalanan kali ini

Dan ini contoh nggak baik dan janganlah ditiru, karena terpengaruh sama keadaan orang lain dengan kita merasa lebih baik dari mereka itu sebuah kesalahan yang bisa berakibat fatal.

Sebelah kiri, dua orang umpel-umpelan tempat duduk antara kardus dan tas. Nggak nyaman banget dilihat. 😩😩

Sebelah depan, dua orang yang bangkunya penuh dengan tas, tidur tutupan pakai sarung lecek. Agak tahan nafas sayanya.. 😨😨

Arah jam 11 saya, 2 orang masih muda, lagi pacaran kayaknya atau pengantin baru. Yang cewe manja banget, yang cowo pendieeeeeem pake banget. Beberapa kali agak ribut kayaknya, ceweknya protes … aduh jadi pengin membantu mba itu agar dunia ini nyaman. 😄😄😄

Dan belakang saya, keluarga muda, dengan anak laki-laki sekitaran 4 tahun. Aktif banget, brisik.banget sampe nggangu aku banget. Istrinya kewalahan njagain sementara suaminya acuh cuek bebek… 😧

“MBA, KAMU BUTUH SOSOK SUAMI YANG CERDAS YA?”

Kali ini anak kecil di belakangku yang aktif banget… CERDAS sih memang… tapi finally jadi apa-apa yang di ucapkan jadi aku ikut memikirkannya…

Sepanjang jalan anak itu ngomong terus… apapun yang dilihatnya dikomentari. Apa yang didenger dibahas… ngomong sendiri, dengan volume yang cukup keras, diatas kepalaku… Adulaaaaaa…. 😧😧

Lihat gunung… kenapa ditutupi awan… dia tanya sama ibunya, dijawab “ih kamu, duduk sini ntar jatuh lho” daaan aku ikut ikut berfikir tentang awan digunung itu….

Bapak dari anak itu cuek bebek… diem nggak mbantuin istrinya ngadepin anaknya yang cerdas. Sampai kewalahan njagain karena bolak balik berdiri di jok.

Maaaap bukan nyampuri urusan orang tapiiiii… 😯😯😢

Yakin ini hal yang nggak baik, anak cerdas itu jangan sampai putus asa terhadap ayahnya. Harusnya bapaknya itu sadar, potensi anaknya, jangan malah dibiarin.

Ibu anak itu sepertinya butuh sosok suami yang lebih care lagi urusan anaknya. Yaaa minimal bantu lah ngadepin jangan dibiarin.

Hhhrrrr gregeten banget deh… Sepertinya sebagai sesama anak cerdas, saya terpanggil untuk ikut ngadepin kecerdasan anak itu. 😄😄😄 tapi saya sadar diri… dan milih tidur saja…

Yuk tidur ah… sekian live report dari perjalanan kali ini… menahan diri untuk diam itu lebih baik untuk kondisi seperti ini. Memang godaan untuk merasa iba dengan keterbatasan orang lain karena kita merasa lebih pintar itu indah sekali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s