Larva lebah yang malang, jatuh dari sarangnya ! Jadi santapan semut


Cara Allah untuk memberikan rejeki kepada setiap mahluk ciptaanNya sangat beragam. Jatuhnya seekor larva lebah dari sarangnya menjadi santapan lezat bagi sebuah koloni semut. Momen ini aku tulis dalam postingan ini menjadi pelajaran yang berharga buatku, buat anak-anak bahwa tidak ada sesuatu di alam ini yang sia-sia. Seekor larva yang jatuh dan pecah perutnya saja menjadi makanan semut. Ini larvanya.

Sarang-sarang lebah yang saya biarkan di kerangka atap rumah, menjadi tatapanku setiap sedang ngaso dibawahnya. Hilir mudik lebah yang sebenarnya berbahaya banget racun sengatnya menjadi biasa dengan kita-kita yang tinggal di dalamnya. Mereka tidak lagi menakutkan dan tidak takut pada manusia. Bahkan seperti tidak peduli seramai apapun kita. Menjadi hiburan tersendiri buat saya. Total ada kira 6 sarang lebah. 

Sering kali anak-anak lebah yang ada dalam sarang jatuh ke bawah. Menghantam lantai dan pecah isi perutnya. Mereka dalam kondisi gemuk terlepas dari sarang dan dengan kecepatan meninggi, anak lebah ini jatuh. Momennya aku dapat fotonya, isi perutnya keluar badannya terlempar beberapa cm dari lokasi jatuhnya.

TENTANG MAKANAN SEMUT

Menjadi hal yang menyenangkan sekali bagi semut mendapatkan makanan lezat dan bergizi tinggi. Larva lebah memiliki kandungan protin tinggi. Bahkan dalam kondisi masih hidup larva yang baru saja pecah isi perutnya ini menjadi santapan. Kondisi sudah bersih dan tinggal dagingnya saja. Isi perutnya yang berupa kotoran telah keluar. Hasilnya sang semut nggak memakan kotoran larva.

Sungguh sebuah skenario luar biasa dari Allah SWT mengatur ciptaanNya.

Apakah sang larva sengaja untuk umpan semut. Mari kita baca peristiwa ini sehingga kita nggak kejam menilai skenario Allah SWT. Apa yang kita lihat adalah hewan itu memangsa hewan lain. Kelihatan menyakitkan dan kejam serta sadis. Iya itu penilaian kita, tapi ada hal yang lebih besar dari sekedar yang kita lihat.

Bayangkan jika rusa di padang pasir terus bertambah, populasi mereka menghabiskan makanan di sana. Yang terjadi adalah rusa-rusa yang kelaparan dan mati pelan-pelan. Dengan adanya pemangsa, maka populasi mereka akan terkontrol, rusa yang tua atau yang sakit atau yang cacat itulah yang dimakan  oleh pemangsa. Sisanya adalah koloni rusa yang baik-baik, makanan cukup 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s