Panen, Jemur dan Roasting Sendiri Kopi Robusta Asli Pegunungan Serayu Kidul – Banyumas


Sebentar, kalau ada yan nanya di mana itu pegunungan serayu kidul, pokoknya barisan perbukitan sekitar 300 sd 700 masl di sebelah selatan pulau jawa wilayah banyumas dan disebelah kidul/selatan sungai serayu. Cari sendiri ya di peta, ada harta karun tersembuyi yaitu rumahku 😄

Setelah sekian lama nggak nulis, disela-sela kegiatan sebenarnya asa ratusan bahan tulisan yang ingin aku posting di sini. Tapi ya siklus seorang blogger kadang ada masa vakum. Dan ini saya vakumnya banget-banget soalnya ada prioritas yang harus dikerjakan.

Kali ini tentang kopi, sebenarnya ada sekitar 15an judul yang akhirnya aku tulis dalam satu judul saja. Panen kopi di kebun sendiri kemudian memisahkan biji kemudian menjemur. Dan terakhir memanggang / roasting dan siap untul di konsumsi enak serta rasa yang dihasilkan lebih fresh.

PANEN KOPI ROBUSTA DI BANYUMAS

Sebagian wilayan banyumas adalah daerah pegunungan dan perbukitan tropis yang pas sekali untuk tumbuh kopi. Sejak saya kecil, kopi sudah tumbuh di kebunku dan menjadi konsumsi sendiri sehari-hari bahkan dijual selebih dari kebutuhan sendiri. Foto dibawah ini aku ambil dari kebun saat menyempatkan diri ngajari anak-anak  tentang alam. Aku ajak mereka mengenal dan memetik kopi.

Banyumas adalah daerah yang cocok buat tumbuhnya kopi, kebanyakan robusta. Seperti foto diatas nomor 1 dan 2, sangat subur dan buahnya lebat. Kalau musim berbunga, satu kebun bisa wangi semerbak oleh kopi ini. Kopi ini hampir terus menerus berbuah, walau setahu saya dua tahun sekali, tetapi ini ada yang sudah mateng dan berbuah.

CIRI-CIRI KOPI YANG SUDAH SIAP PANEN

Seperti paa gambar di atas yang nomor 3, yang sudah bisa dipetik adalah yang sudah berwarna meraah tua, kalau belum nanti berpengaruh pada rasa dan kualitas. Ini cukup membuat kita harus sedikit teliti karena kadang satu ranting kopi, tidak berbarengan matengnya. Kadang juga harus dipilih sampai beberapa kali petik. Tetapi untuk perkebunan kopi skala besar, hal ini tentunya sudah teratasi.

CARA TRADISIONAL MEMISAHKAN KULIT KOPI DENGAN BIJINYA

Berikutnya adalah memisahkan biji dengan kulitnya. Ini pekerjaan yang sering orang salah melakukan sehingga kopi menjadi rusak dan tidak lagi memiliki rasa dan aroma yang sebenarnya. Yang aku lakukan kemarin adalah cara tradisional yaitu dengan menumbuk pelan biji kopi menggunakan lumpang, foto diatas gambar nomor 4.

Biji kopi dan cangkangnya akan terpisah dari kulit luarnya kemudian dipilihin satu-satu. Lama dan nggak efektif. Saya lakukan karena jumlahnya sedikit, paling 1/2 kg saja. Jadi sambil menikmati mengupas kopi.

MENJEMUR BIJI KOPI YANG BENAR

Yang harus kita perhatikan saat menjemur kopi adalah panas yang merata pada setiap bagian kopinya. Antara permukaan yang terkena simar matahari dan yang menempel pada alas jemurnya harus mendapatkan panas yang sama.

Alas jemur kopi yang disarankan

  1. Anyaman bambu
  2. Gerabah porselen
  3. Lantai tegel / porselen

Karena stabil terhadap suhu matahari, tidak menjadi panas banget seperti permukaan seng, jadi garingnya biji kopi bisa merata. Untuk sekala kecil kita bisa gunakan alas di atas. Tapi untuk sekala besar harus menyediakan alat jemur yang memadai. Soal ini aku kurang paham.

Biji kopi seperti apa yang siap untuk dipanggang / roast ?

Masih cukup ambigu antara oven, roasting, sangrai kopi. Setauku dulu kopi disangrai pakai sejenis tempayan / wajan dari tanah liat sampai hitam kemudian ditumbuk halus jadi kopi bubuk siap sedu.

Tapi kini aku tau, cara seperti itu salah dan merusak citarasa kopi. Dan berikut kesalahan-kesalahan dalam roasting kopi yang malah menyebabkan rasa kopi menjadi tidak fresh lagi.

  • Kopi dipanggang terlalu hitam sampai seperti gosong. Ini hanya akan menyisakan rasa pait arang kopi
  • Biji kopi yang masih agak basah sudah di panggang
  • Memakai alat yang tidak merata panasnya 
  • Dicampur dengan bahan lain seperti beras atau tepung

    Biji kopi yang sudah siap panggang adalah yang sudah:

    1. Dikeringkan merata sampai kadar airnya habis. Kopi yang masih basah akan menyebabka alot dan susah untuk di blender. Kopi yang terlalu kering akan mudah gosong dan tidak merata nantinya.
    2. Tidak tercampur antara kopi tua dan muda karena kopi yang lebih muda lebih cepat mateng dan gosong. Lebih ringan sehingga cenderung diatas.
    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s