Tentang Negeri Impian


Jika standar bahagia itu adalah hidup tenang di tempat yang terjaga serta diberkahi, maka itu harus kita usahakan dan perjuangkan. Dan itulah negeri impian.

Aku yakin akan berbeda setiap orang mengenai negeri impiannya. Dan tulisan ini mungkin bikin berat mikir, tapi inilah catatanku tentang negeri impianku.

Hijau

Ini bukan tentang rumput tetangga yang hijau sehingga aku bermimpi tinggal di sana, tetapi tetang Alamnya yang masih hijau adalah tempat yang sangat aku harapkan sebagai tempat tinggal. Dan artinya itu bukan kota yang sudah banyak bangunan rumahnya. Mencari Alam yang masih hijau sebagai usahaku untuk menjaga kesehatan segala hal.

Udara bersih itu hanya ada di Alam yang hijau, dan biasanya dilengkapi juga dengan hasil bumi yang melimpah. Sehingga apapun di sana akan lebih murah. Dan nantinya akan ngefek kepada biaya hidup menjadi lebih murah.

Bening-bening

Ini bukan gadisnya yang cantik-cantik yang membuat bening mata atau orang-orangnya yang bening sehingga hati menjadi seneng melihatinya, atau juga tentang tetangga yang cakep-cakep.

Tapi ini tentang airnya. Air yang jernih pasti daerahnya juga bersih, banyak ikan dan hewannya.

Air yang bening adalah air yang menyehatkan tubuh ketika dikonsumsi. Menenangkan jiwa ketika melihatnya.

Hijau dan bening dalam satu tempat adalah negeri impianku.  Karena di sana akan lahir orang-orang dengan jiwa yang tenang.

Dipublikasi di Catatan | 1 Komentar

Hijrah !


Jika ada yang lebih baik untuk agama, tinggalkanlah yang tempat tinggal yang lama.

Dah itu saja

Dipublikasi di Catatan | 6 Komentar

Selamat tinggal Jakarta, dan sampai berjumpa lagi !

Galeri ini berisi 6 foto.


Mulai bulan Mei 2015, tulisanku sepertinya akan di dominasi oleh hal-hal yang berkaitan dengan tinggal di daerah. Iya daerah, karena mengikuti tempat kerjaku yang baru. Alhamdulillah saya sudah nggak di Jakarta lagi. Banyak kenangan di kota ini, suka duka, tertawa … Baca lebih lanjut

Galeri | 8 Komentar

Segelas Teh pun Sampai Nggak Penuh Karena Inflasi

Galeri ini berisi 1 foto.


Dulu kayaknya setiap beli segelas teh itu selalu penuh satu gelas. Sekarang aku menjadi sering mendapatkan kondisi kaya gini di banyak tempat. Nggak penuh airnya ! Ada 2 cm lagi untuk sampai ukuran wajar seperti biasanya. Apa karena lagi buru-buru … Baca lebih lanjut

Galeri | 1 Komentar

Fakta : penampilan mencerminkan kekayaan !


Pagi ini berpapasan dengan seorang temen naik motor kenceng. Aku sapa “hoiiiiiii” cukup keras… dan beliau berlalu saja sambil senyum.

Eeeeh di selepas motor berlalu ada mba-mba kantoran kaget merasa aku sapa seperti itu. Kemudian memandangiku dan tersenyum manis dan mau menyapa balik…

Tapii setelah melihat penampilan bagian bawah, tepatnya kakiku mendadak mlengos dan mesem ke bawah. Dan segera pergi seolah dia nggak baru saja mau menyapa balik.

Aku yang masih belum ngeh koq ada wanita di depanku kaya gitu segera pergi juga. Dan setelah ngeh, demikianlah yang terjadi. Ternyata dari tampang bisa dilihatbseseorang tajir atau tidak, punya prospek atau tidak untuk diajak kenalan…

Wakakaaa yang GR jadi siapa kalau beginin?

Dipublikasi di Catatan | 2 Komentar