Sandal butut penuh kenangan – Selamat tinggal !


Lebih tepatnya bukan selamat tinggal, tapi maaf saya buang karena berat hati ini untuk menyimpannya kalah dengan kondisi harus pindah tempat. Sandal yang aku kasih nama “si bilu” ini punya banyak sekali kenangan manis. Iya semuanya kenangan manis.

Sandal Butut Mas Ahsan

Mulai dari pertama beli, sandal yang menemani travelling kemana-mana, sandal yang membuatku pertama kali mendapat pengakuan kalau aku orangnya bersih, sandal yang menyita perhatian banyak wanita, sandal yang membuatku di usir seorang tukang parkir, sandal yang menemaniku kena nyenyeh… ah banyak lagi Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | 8 Komentar

Tips praktis perlu diketahui kalau naik bus di Terminal Pulo Gebang


Berpindah tempat itu kalau bisa nggak usah saja. Apalagi kalau selama ini tempat itu sudah menjadi bagian dari hidup. Seperti saya ini, pemindahan terminal pulogadung yang sudah menjadi bagian dari perjalanan sejak 2001 cukup meninggalkan banyak hal.

Salah satu sudut terminal pulo gebang, area keberangkatan bus akap

Kemarin-kemarin saya saya sudah enjoy untuk menjadikan pulogadung sebagai terminal bus paling gampang untuk pulang dan pergi. Dengan berbagai kondisinya saya pelajari untuk terhindar dari calo dan kejahatan lainnya.

Kesan pertama masuk terminal Pulo Gebang
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Jejak Hati Tanah Ampah


Udara musim hujan yang panas ini,
Membawa menanti datangnya kemarau,
Walau sekedar melihat cerah langit,
Dan layang-layang anak seberang

Menarinya hijau jagung terbuai angin,
Aku lihat sebagai pendamping hujan,
Di sanalah alam pernah aku singgahi,
Diselanya desanya ada wajah
Dan aku lupa senyumnya

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan | Meninggalkan komentar

Jalan terbaik – Contoh syair untuk putus cinta


Maafkanlah diriku ini
Perpisahan yang kuingini
Sungguh ku tau kau sayang kepadaku
Tapi semua tak mungkin

Oh sayangku lupakan aku
Lupa jiwa kenangan lalu
Tiada ku pinta jadi begini
Oh kasih pahamilah

Maafkanlah maafkanlah diriku
Walau kau masih dihatiku
Oh tinggalkan, tinggalkan diriku
Sayaang maafkanlah diriku

Kutahu sakitnya hatimu
Tapi percayalah kataku
Kau akan menemui teman yang baru
Yang kan lebih sayangimu

Tiada guna kau merayu lagi kasih
Karena ku kini telahpun berdua

Maafkanlah maafkanlah diriku
Walau kau masih dihatiku
Oh pergilah, tinggalkan diriku
Sayaang maafkanlah diriku

[ella : aku, kau dan dia]

Dipublikasi di Catatan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Foto perjuangan seorang ibu menjaga anaknya di jalan raya naik motor !


Ibu… orang pertama paling sama kita baru kemudian orang lain. Foto di bawah ini seorang ibu yang masih dengan sepenuh usaha menjaga anaknya ketika sedang mencari nafkah untuk anaknya. Melihatnya agak khawatir tapi saya kemudian yakin dengan usaha ibu itu.

Semoga ibu ini yang tiap pagi dan sore berangkat dan pulang dalam perjalanan ke pasar selalu dilindungi oleh Allah. 

Hati-hati yah bu… semoga perjuangan ibu membawa kebahagiaan dan anak ibu menjadi wanita sholihah…

Dipublikasi di Catatan | 14 Komentar